Kamis, 25 Januari 2018

Sebongkah Cinta untuk Adik-adik Survivor Kanker

Kalau boleh memilih, semua anak tentu ingin tetap bergumul dengan dunianya. Bermain, berbagi tawa, melesakkan mimpi dan mengejar cita….
Kalau boleh memilih, tak satupun anak yang mengizinkan keceriaan harinya tercerabut oleh penyakit ganas nan mematikan….
Kalau boleh memilih, para bocah ini tentu tak mau berkawan akrab denganmonster bernama kanker

Sayang… terkadang, hidup tak menawarkan banyak pilihan.

Ketika mimpi buruk itu datang, dan menjelma jadi peristiwa nyata yang tak mungkin dielakkan. Ketika raga harus menyerah dengan kanker yang sedemikian ganas, maka hidup seolah hanya sebuah jalan buntu. Tak ada pilihan lain. Para bocah ini harus rela mengenyahkan keluh. Menata mental, untuk kebal. Untuk tetap menapaki jejak hidup yang terasa sedemikian terjal.

K A N K E R.

Baru mendengar namanya disebut, saya sudah dilanda perih yang begitu mengiris. Terbayang hari-hari kelam yang harus mereka jalani.

Bau khas rumah sakit. Beragam obat kimiawi yang jadi makanan sehari-hari. Kemoterapi. Obat-obatan alkaloid vinca, antimetabolit, antibiotik, enzim, dan miscellaneous agent. Injeksi yang tiada henti. Suntikan ke pembuluh darah, otot, di bawah kulit, di ruang antara dua ruas tulang belakang, bahkan langsung ke organ tubuh yang terkena kanker!

Astaghfirullah….

Maka, sungguh… hati saya mencelos. Demi menyaksikan bocah-bocah kecil tanpa dosa yang tidak bisa tidak, harus merelakan tubuh mungil mereka digerogoti sel-sel kanker nan ganas. Putra (7 tahun) dan Kalila (4 tahun) yang mengidap kanker mata. Tangis saya nyaris tumpah, terlebih ketika mendengar kabar bahwa Kalila baru saja jalani operasi pengangkatan bola mata.


Putra tetap semangat belajar, walau kanker mata menjalar

Ingin kupeluk mereka, kukabarkan dongeng-dongeng indah tentang betapa Tuhan menyayangi hamba-Nya yang sabar… yang ikhlas…
Ingin kugandeng mereka, kutunjukkan indahnya dunia… sekaligus kuberitakan kemolekan istana surga apabila mereka selalu pantang menyerah dan tak kenal lelah….

……. tapi …… ternyata mereka yang justru menyemangati diri sendiri. Sekaligus menularkan semangat itu, pada siapapun, orang-orang yang tadinya bermaksud berbagi empati.

Ya. Anak-anak ini, raga mereka memang terkoyak lantaran kanker. Tapi jiwa mereka tidak. Mereka adalah survivor. Anak-anak yang survive, tegar, kokoh, gahar, dan siap mengarungi hidup dengan semangat yang tak kunjung redup.

Anak-anak ini, justru mengajarkan pada saya. Pada Anda. Pada semua. Bahwa takdir telah tertulis… pena telah diangkat dan lembaran telah kering…. Kalaupun takdir itu terasa pahit, maka yakinilah, sebuah semangat, lingkaran dukungan dari kita semua, adalah madu manis yang bisa mereka sesap setiap saat.
Jadilah bagian dari para pemilik madu manis itu.



Anak-anak survivor kanker ini sering kehilangan masa kanak-kanak. Mereka harus rela tinggal di rumah singgah, untuk kemudian berkali-kali menjalani beragam terapi di Rumah Sakit. Bau anyir darah, lorong-lorong dan aroma khas rumah sakit, inilah yang menjadi pemandangan mereka sehari-hari.

Tentu, ada bagian hidup yang hilang. Ada puzzle yang harus mereka temukan. Kita-lah si pembawa puzzle kehidupan. Kitalah yang bisa melengkapi hidup mereka yang (mungkin) agak timpang.
Berikan cinta itu. Karena ketika kita mengulurkan Cinta (love), maka Kebahagiaan (joy) akan terpancar kuat dalam hidup anak survivor kanker. Lalu, mereka siap menanam pohon-pohon Harapan (Hope), dan Senyum (smile) akan kembali menghiasi wajah mereka.





Sudah saatnya kita peduli. Semaikan cinta kasih kita pada anak-anak survivor kanker. Semakin banyak cinta yang Anda tebarkan, maka semakin banyak pula cinta yang kita terima….

Buat adik-adikku yang luar biasa hebat….
Yakinlah, bahwa Tuhan amat sangat sayang pada kalian…
Yakinlah, bahwa Tuhan selalu memberikan jalan keluar terbaik bagi hamba-Nya yang taat….
Kalau rasa takut atau rasa pedih itu menghadang, katakan kuat-kuat, “Wahai kanker… Kamu adalah masalah keciiiil dalam hidupku. Kenapa? Karena aku punya Tuhan Yang Maha Besar!!”



3 komentar:

  1. Dadaku selalu sesak kalau sudah bahas para survivor, terlebih mereka adalah anak-anak yang polos
    Semoga semua diberi kesempatan hidup yang panjang dan bahagia

    Peluuuuuk adik-adik kecil

    BalasHapus
  2. Aaamiii aamiiin ya robbal alamiiin

    BalasHapus
  3. Duh anak2 ya T.T
    Jd keinget masa2 bawa Maxy ke tumbang RSCM mbak, di bangsal anak suka nemuin anak2 yg sakit parah, tapi mereka tetep main dan ceria gtu. Semoga Allah memberikan mukjizatnya dan anak2 ini diberi kesembuhan ya aamiin

    BalasHapus