Postingan

Tumbuhkan Ambisi untuk Akherat Anda!

Mengejar dunia, ibarat kita tengah meminum air di lautan. Semakin diminum, rasanya kian haus. Jauh dari kata tenang, apalagi menyejukkan. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa setiap muslim dan muslimah harus berjuang pula, demi mencapai kemuliaan di dunia, terlebih lagi di akherat. Bagaimana cara kita bersikap? Beberapa waktu lalu, Ustadz Syafiq Reza Basalamah mengupas seputar hal ini di Masjid ITS Surabaya. Berikut petikannya. Dunia sangat melalaikan. Bagaimana cara supaya kita bisa menempatkan urusan dunia dengan semestinya, dan tetap menjadi hamba Allah yang memprioritaskan urusan akherat? Jangan jadikan dunia sebagai ambisi. Intinya, ketika kita menginginkan sesuatu hal, jangan berorientasi semata-semata pada dunia. Jadikan segala ambisi kita adalah akherat. Baru kau kejar dunia untuk akherat. Ketika kita bekerja, upayakan untuk mencapai kebaikan di akherat. Sekali lagi, kita berusaha menjadikan ambisi kita akherat, maka Allah akan memudahkan jalan kita dalam menggapai rezeki di dunia....

Surat untuk Anakku, tentang Ukuran Keberhasilan dalam Hidup

Assalamualaikum warohmatullahi wa barokatuh, Nak, Kita semua harus selesai dengan pemahaman ini: bahwa TUJUAN HIDUP kita adalah: menghamba kepada Allah . Bukan untuk yang lain. Segala sikap, perbuatan… entah kita sedang mengejar, menikmati, atau menjauhi satu urusan dunia, MUARA TUJUAN-nya harus ke sana. Yaitu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dengan tujuan itulah, kita melihat dunia. Bahwa segala bentuk kejadian dalam hidup, selama ia bisa mengantarkan kita pada rasa MENGHAMBA KEPADA ALLAH, maka itulah Keberhasilan bagi kita. Dan kita bisa mengupas gratitude list kita dalam JURNAL SYUKUR Nak, RASA MENGHAMBA, kalau dijelaskan dengan kalimat sederhana, ia adalah rasa lemah dan butuh kepada Allah. Rasa lemah muncul atas kesadaran, bahwa ALLAH Yang Maha Kuat. Rasa butuh muncul atas kesadaran bahwa Allah pemilik segalanya. Allah pemilik kunci semua yang kita butuhkan di dunia dan akherat. Rasa lemah dan butuh adalah implementasi atas “laa haula wa laa quwwata illa billah”. Kesadaran...

Energi Seorang Guru

Gambar
  Kali ini, saya mau cerita soal guru a.k.a wali kelasnya Sidqi. Anakku kan sekarang udah kelas 3 SD. Di salah satu SD Negeri deket rumah. Pas kelas 1 dan 2, wali kelas doi adalah seorang ibu guru SENIOR yang bener-bener saklek bin disiplin banget. Suaranya gahaaar membahana. Hobinya? MARAH-MARAH bin NGOMEL. Aku tahu sendiri, karena suatu ketika, Sidqi kan pernah telat –lupa kenapa– dan aku anterin sampe ke kelasnya. Aku dengar dan lihat, bahwa si ibu guru SENIOR ituh lagi MUNTAB PARAH, dan ngomel-ngomelin muridnya yang BARU SAJA masuk ke dalam kelas. Oh, well . Dua tahun berada dalam penderitaan dan “penyiksaan” oleh sang guru, membuat Sidqi merasa, sekolah “ is a nightmare”. Tiap hari, doi tuh mengajukan pertanyaan retorik: “MENGAPA HARUS ADA YANG NAMANYA SEKOLAH, BU? MENGAPA BU? MENGAPA?” Itu diulang-ulang lagi-lagi-lagiiii dan lagi. Udah kayak kaset rusak, deh. Dan, sebagaimana ortu pada umumnya, jawaban yang aku sampaikan juga STD banget. “Ya kan, biar pinter….” “Ya ntar kalo...

Transformasi Sidqi

Gambar
Apa kabar Sidqi, my little kiddo? Hihihi, maaf ya Nak… Emak kebanyakan dolan, jadi lupa deh, enggak ada update apapun soal dikau :))  Terakhir nulis tentang Sidqi, malah jatuhnya saya meracau di blog. Duuuh…. *cry* sekarang saya mau cerita yang enteng-enteng aja lah. Ini dia random facts soal Sidqi 🙂 (1).  Wajah Sidqi (agak) berubah dan bodinya makin ginuk-ginuk Saban ada saudara atau sahabat yang lamaaaaa banget nggak ketemu Sidqi, trus sekarang liat penampakan doi, komen yang terlontar nyaris serupa. “Waaah, sekarang badannya Sidqi gedeee ya!” “Waaah, makannya banyak ya? Kok dempal (kekar) banget?” “Waaah, Sidqi makin ganteng yaaa!”  Kalau dapat pujian kayak gitu, Sidqi diem aja sambil mesam-mesem. Yeap, anakku ini nggak   se-malu-maluin   senarsis emaknya sih, haha. Dan memang, harus saya akui, wajah Sidqi tuh berubah ya. Semacam, mengalami transformasi gitu lo. Duluu, dia kan kurussss, ceking bingits lah. Jadi parasnya kelihatan kurang bertenaga. Barangkal...

Liburan Nggak ke mana-mana? Khitan Saja!

Gambar
Kemarin, tetangga sebelah rumah (kelas 5 SD) ada yang khitan. Hari ini, sahabatnya Sidqi (kelas 3 SD) juga khitan. Alhamdulillah , anak-anak di kompleks kami sudah mulai siap memasuki babak menjadi lelaki sejati *halaaghh* Sidqi, anak saya, udah dikhitan Desember 2014. Doi masih kelas 2 SD waktu itu. Ketika liburan pergantian semester yang lumayan panjang (2 pekan), dan kita sekeluarga udah kehabisan energi buat pergi-pergi ke luar kota. Yo wis, ndekem di rumah melulu. Akupun nawarin Sidqi untuk khitan. Eh, anaknya maju mundur ganteng Saya sih, cuma kasih pengarahan semacam ini: (1). Mending khitan sekarang aja. Soalnya, kita kan nggak ke mana-mana nih. Kalo mas Sidqi khitan tahun depan, berarti kita bakal liburan di rumah terus loh. Ga bisa ke Pacitan, ke Bandung, dll. (2). Khitan itu lebih enak dilakoni pas umurnya masih muda banget. Kalo udah gede, ntar bakal tambah sakit. Kelas 2 SD ini udah ideal banget deh. (3). Walaupun teman-teman kamu belum khitan, ya nggak masalah kan? Ju...

Rumus Jitu Aa Gym, Hadapi Persoalan Hidup

Gambar
  Follow me on twitter: @nurulrahma Kalau saya sebut “Aa Gym”, apa yang terbersit kali pertama di benak Anda? Yeeep, pasti masalah poligami doi kan? Eits. Kita nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangga seseorang. Istilahnya nih, “You never really know a man until you understand things from his point of view…” daaan, kita kan enggak pernah “in his shoes” kan?  Kita juga enggak tahu apa aja yang bersemayam di dalam tas Aa Gym 😀 Baca: 5 Pilihan Tas Terbaik untuk Pria    Aa’ Gym in ACTION! Jadi, skip lah yaaa, soal poligami 🙂 Itu hak beliau pribadi dan sama sekali saya nggak ada urusan dengan itu 🙂 Yang jelas, saya mau cerita petikan tausiyah beliau, tatkala bertandang ke Surabaya 28 Maret lalu. *** Seolah “hujan penuh berkah” yang mengguyur padang pasir nan kering kerontang. Laksana air segar, yang membasahi kerongkongan setelah sekian jam berpuasa. Gitu deh, rasanya manakala denger tausiyah Aa Gym. Asli, segeeerrr banget. Barangkali, ceram...