Menikmati Malioboro Saat Low Season
Menikmati Malioboro Saat Low Season Ingat Jogja, ingat Malioboro. Yap, jalanan yang legendaris ini seolah menjadi “menu wajib” bagi para wisatawan yang bertandang ke kota Jogja. Saat plesir berdua dengan anak, Senin (12 Januari) lalu, saya pun memutuskan untuk menginap di hotel yang walking distance dengan Malioboro. Tujuannya, tidak lain tidak bukan, supaya nggak keluar ongkos transport (emak irit detected!) Plus, kalau mau jalan-jalan bisa sampai malam, tanpa terjerat kekhawatiran berlebihan. Pertengahan Januari ini terbilang “low season”, ya. Karena wisatawan pada umumnya sudah “habis-habisan” belanja budget traveling jelang pergantian tahun. Senin malam itu, Malioboro terbilang lengang. Saya bisa berjalan di selasar tanpa insiden tertubruk manusia-manusia lain. Semua toko juga cukup spacious, malah ada sejumlah toko batik (yang terkenal dan tampak premium) bisa dibilang pengunjungnya kosong melompong. Bapak penarik becak terus menerus menawari untuk “Monggo… ke pabrik bak...