Bahagia Merayakan Hari di Bumi Pacitan
Arrggghh, kepala saya rasanya mau meledak! SEHARUSNYA saat ini saya berada di Pacitan. Merayakan Hari spesial bertajuk Hari Raya Idul Fitri, bersama sanak famili yang berkumpul di kota kelahiran Pak SBY. Berkecipak-kecipuk di pantai-pantai nan eksotis... Membaui semerbak bau tanah yang terguyur air laut... bercengkrama dengan deburan ombak....SEHARUSNYA. SEMESTINYA. SEYOGYANYA. Aaarghhh, tapi sayaaaang... beribu sayang....saya ternyata masih berada di sini. Terjebak di sebuah distrik bernama Rungkut. Terkungkung di kota Surabaya—yang selalu saya cintai dalam diam, tapi heiii, bukankah mencintai tak berarti kau harus berada bersamanya setiap saat? Bukankah ada masanya, kau harus meninggalkan untuk beberapa saat, demi tercipta JEDA, yang pada akhirnya menunjukkan bahwa memang kau punya cinta yang begitu nyata, untuk Surabaya? “Pak, aku pengin ke Pacitan. Semua saudara ibuku lagi kumpul di sana. Aku ke Pacitan ya Pak...” Aku merajuk ke suami. Sungguh, rindu pada Pacitan hadi...