Nikmati 24 Jam Wisata di Surabaya
Cuma Punya waktu kurang dari 24 Jam di Surabaya, Wisata ke Mana Saja Kita?
Surabaya punya wisata Heritage, Kuliner, Shopping dan Wisata Cinta Lingkungan!
“Hei, Nurul! Minggu depan, aku ada business trip ke Surabaya. Mau extend sehari aja, pengin eksplor keliling kota. Enaknya ke mana ya?”
Sebuah chat masuk ke WhatsApp. Dari sahabat yang lamaaaa banget tak bersua, dan ia ingin mengeksplorasi kota Surabaya tercinta. Hmm, kurang dari 24 jam. Tapi pengin menikmati ambience kota Pahlawan yang kerennya nggak ada obat. Baiklah. Ada baiknya kali ini, aku menjadi local guide yang bisa memberikan unforgettable experience untuk dia.
Ini itinerary yang saya susun. Barangkali ada teman, saudara atau bahkan Anda pembaca artikel ini yang ada rencana untuk ngetrip dan cuss ke Surabaya? Monggo bisa ikuti run down-nya ya.
Setiap ada teman/ saudara yang main ke Surabaya, saya selalu berceloteh soal bus ini.


“Aku menginap di hotel jalan Ahmad Yani, jadi aku nunggu bus di mana ya?”
“Oh, nanti bisa banget naik di salah satu halte sepanjang Ahmad Yani. Ada tanda BUS STOP-nya.”
“Shiaaappp!”
Jam 10.00: Mall hopping plus window shopping di Tunjungan Plaza (TP)
“Can you imagine, dalam satu areal ada mall sampai 6! Yap, mall TP 1, TP 2, TP3, TP 4, TP 5, TP 6!” tukas saya.
Kita bisa turun di halte bus Kaliasin. Memasuki mall ini, wooowww, rasanyaaaa… langsung ternganga! TP menyediakan SEMUA kebutuhan duniawi kita, dengan aneka brand dan range harga yang super variatif.
Dan yang penting lagi, kalau mau olahraga tapi bisa cuci mata, ya jalan-jalanlah ke TP, haghaghag.


Kalau lapar melanda, nggak perlu khawatir. Buanyaaaakk tenant makanan yang ada di TP. Saya personally paling suka ke food court TP 3.
Jam 11.30 Mengarungi Histori Keluarga Sampoerna di House of Sampoerna
O iya, tiket Suroboyo Bus ini berlaku sampai 2 jam ke depan ya. Kita masih bisa naik bus tanpa perlu membawa sampah plastik lagi. Cukup tunjukkan struk tiket pertama.
Akan tetapi, kalau sudah lebih dari 2 jam, ya artinya kita kudu setor sampah baru.
“Yaaahhh, aku nggak ada sampah plastik lagi nih…” keluh sahabat saya.
“Tenang! Aku kan punya kartu setor sampah. Nanti kita naik Suroboyo Bus pakai tiket ini aja!”
Yap. Kalau kita rajin mengumpulkan sampah plastik, lalu menyetornya ke Bank Sampah yang disediakan Pemkot Surabaya, maka nantinya kita bisa dapat kartu setor sampah seperti ini. Praktis, kan?
Destinasi selanjutnya yang saya sarankan adalah: House of Sampoerna. Kita naik Suroboyo Bus (dari Halte Kaliasin) dan turun di Halte Rajawali. Setelah itu, jalan dikit aja, sekitar 500 meter untuk menuju ke museum ini.

House of Sampoerna menyuguhkan perjalanan Liem Seeng Tee, pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna. Mulai periode ketika ia menjadi pedagang asongan di kereta ekonomi, lalu menjalankan usaha rokok kretek skala rumahan, hingga “meraksasa”-nya industri rokok yang ia punya .

Berada di sini, kita serasa memasuki lorong waktu, ikut merasakan momentum perjalanan imperium bisnis keluarga Sampoerna, mulai dari “bukan siapa-siapa” hingga menjadi raksasa di industri rokok.

Selain menikmati Museum, kita juga bisa naik bus merah Surabaya Heritage Track yang ada di sini. Namun, sebaiknya kudu reservasi terlebih dahulu, karena seat terbatas banget!

Kita bisa banget ngopi-ngopi cantik dan menikmati sajian di Café House of Sampoerna.
Jam 13.00 Tersengat Semangat Kepahlawanan di Tugu Pahlawan
“JASMERAH, Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” Inilah mandat dari founding father Indonesia, Ir. Soekarno. Saya pun meresapi kalimat sakral ini, dan tentu saja mengajak untuk bertandang ke Tugu Pahlawan.
Untuk menuju ke sini, yuk naik Suroboyo Bus, dan turun di Halte Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan memang bukan destinasi wisata biasa. Kita bisa menginjeksikan semangat patriotisme, dengan mengunjungi Tugu Pahlawan dan memasuki monumen yang ada di dalamnya.
Bangunan Tugu pahlawan ini berbentuk lingga , lancip ke atas seperti paku yang terbalik. Bagian tubuhnya berbentuk lengkungan yang berjumlah 10 buah. Lengkungannya mempunyai ruas sebanyak 11 buah, tingginya mencapai 41,14 meter (45 yard) – yang melambangkan 10 November 1945 dan berdiameter 3,1 yang semakin ke atas semakin mengecil.
Teruslah berjalan hingga masuk ke kawasan Monumen Tugu Pahlawan. Jam buka monumen Tugu Pahlawan adalah pukul 08.00 – 14.30 ( senin-jumat), dan 08.00-13.30 (sabtu-minggu) dengan harga tiket masuk ke Tugu Pahlawan hanya Rp. 5.000/orang.
Lebih lanjut, kita bisa menyaksikan aneka koleksi benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan arek-arek Suroboyo.
Jam 16.00 Nongkrong dan Berkolaborasi di KORIDOR CoWorking Space
Lagi-lagi, Surabaya punya terobosan yang luar biasa! Salah satu visi yang diusung Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini adalah: menjadikan Surabaya sebagai sentra kreatif dan teknologi di level global. Untuk menggapai visi ini, dibutuhkan strategi jitu. Nah, KORIDOR adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan ekosistem yang memberdayakan para kreator, inovator dan enterpreneur lokal. Kata kuncinya adalah: KOLABORASI
Koridor CoWorking Space ini ada di Gedung Siola lantai 3, Jalan Tunjungan Surabaya. Kalau naik Suroboyo Bus, kita turun di Halte Siola.
Usai mengeksplorasi Koridor Coworking Space, kita bisa jalan-jalan di sepanjang trotoar Jalan Tunjungan. Asyik banget, banyak lampion yang terpajang di sana. Sekaligus manifestasi lirik tembang lawas “Rek ayo rek…. mlaku-mlaku nang Tunjungan……”
***
Gimana, gimana? Sudah terbayang kan, itinerary jelajah Surabaya dengan moda transportasi kekinian Suroboyo Bus?
Ayoooo… Jelajahi dan nikmati aneka destinasi Kota Surabaya dengan cara yang seru dan mengasyikkan!(*)
Komentar
Posting Komentar