Selasa, 29 Mei 2018

Morinaga ChilKid Soya, Solusi Terbaik untuk Alergi Anak


Halo, teman-teman semuanya. 

Kenalkan, namaku Huud. Aku tinggal di Surabaya. Sehari-hari aku biasa diajak bermain dan belajar bareng Bunda dan Ayahku. Macam-macam deh, permainan kami. Kadang aku diajak pergi ke taman, atau ke perosotan yang ada di mall. Di lain waktu, aku diajak untuk melihat Kereta Api. Trus, Bunda dan Ayah juga mengajak aku jalan-jalan ke puau Madura! Sungguh menyenangkan sekali!

Aku dan Bunda traveling ke Bangkalan, Madura

Supaya tenagaku tetap banyak, Bunda memberikan makanan bergizi untukku. 


Yaaaa… kadang aku suka makanan dan kue yang dihidangkan Bunda. Tapii, kalau disuruh makan sayur, aku suka pilih-pilih, hihii. Bunda beberapa kali curhat ke Bude Nurul, katanya gini.

Bunda: Huud ini picky eater banget! Suka pilih-pilih makanan. Kalo nggak cocok, dia nggak mau makan sama sekali.

Bude Nurul: Lhooo… mas Huud harus pintar yaaa, makannya (Bude menoleh ke arahku). Supaya tumbuh besar dan kuat! Trus, jangan lupa minum susu yaaaaa

Bunda: Nah, itu dia, Mbak. Huud ini kalo minum susu formula biasa, yang dari susu sapi itu, perutnya suka bedegelen (sakit nggak bisa BAB). Gimana ya?

Bude Nurul: Waduh. Kasian banget! Berarti Huud alergi susu sapi!

Bunda: Duuuh, kalo dia alergi tumbuh kembangnya gimana dooong? Anakku nanti nggak bisa berprestasi atau piye?

Bunda Nurul: Ehhh, tenang ajaa! Namanya anak alergi tetap bisa berprestasi kok. Coba deh, minum Morinaga ChilKid Soya aja. 


 

***

Waaaah, syukurlah. Ternyata ada ya, susu yang ditujukan buat anak-anak dengan bakat alergi. Bude Nurul dan Bundaku makin semangat diskusi soal alergi susu sapi ini.

“Jadi gini, Dek. Ada program tahunan yang diinisiasi World Allergy Organization (WAO). Nama programnya World Allergy Week. Nah tahun ini, topik yang diangkat berfokus pada Dermatitis Atopik atau Eksim.”






“Ooo gitu. Dermaaa apa itu tadi?”

“Dermatitis Atopik adalah penyakit radang kulit yang tidak menular dan bisa kambuh secara berkala, tapi juga bisa mencapai titik kronis. Umumnya, episode pertama terjadi sebelum Si Kecil berusia 1 tahun, yang selanjutnya bisa hilang dan timbul kembali. Prevalensi jenis kulit Dermatitis Atopik pada anak diperkirakan mencapai 10%-20%, sementara pada orang dewasa sekitar 1%-3%.”

“Kaitannya dengan alergi susu sapi gimana ya Mba?”

“Nah, penyebab Dermatitis Atopik ini memang masih belum dapat seluruhnya dikenali dengan pasti.  Namun dari hasil riset kesehatan, 50% penyebabnya berasal dari faktor eksternal. Di antaranya, kondisi lingkungan sekitar yang terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti jenis sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen).

Sementara 50% penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan. Ini nih…. ada 8 makanan utama yang dianggap bisa mencetus alergi. Dikenal dengan istilah THE BIG 8!”

“Apa aja The BIG 8 itu?”

“The BIG 8 itu mencakup:
susu (sapi),
telur,
ikan ,
jenis makanan laut tertentu, missal: udang, kepiting, cumi-cumi
gandum,
kacang tanah,
kacang kedelai,
kacang pohon seperti, walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio.




For your information….. alergen protein susu sapi, menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian yang mencapai 2 hingga 7.5%! Dari hasil penelitian juga nih…. 0.5% terjadi pada Si Kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif, lho. Jadi memang kasus alergi susu formula ini lumayan banyak terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.” 

“Oalaaah gitu ya. Gimana cara mencegah alergi pada anak-anak ya?”

“Aku banyak baca artikel di website gizi dan parenting, terutama di www.cekalergi.com. Kata dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI, alergi bisa dicegah kok. 

Beberapa tips yang beliau berikan untuk mencegah alergi yang bersumber dari makanan adalah:
(1). memperkenalkan berbagai jenis makanan sedini mungkin,
(2). memberikan ASI secara eksklusif,
(3). jika bunda tidak dapat memberikan ASI, anak dapat diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial

***
Diskusi antara Bundaku dan Bude Nurul semakin intens saja.

“Tadi mbak Nurul menyarankan Huud untuk minum Morinaga ChilKid Soya. Ini susunya recommended kah?”

“Yoi banget, Dek. Menurut hasil survey yang dilakukan Home Tester Club terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak usia antara 1-3 tahun yang alergi susu sapi, hasilnya adalah:
 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan ChilKid Soya sebagai solusi terbaik alergi. 

 Itu artinya, ChilKid Soya sesuai untuk konsumsi Si Kecil yang alergi dan nutrisinya diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil. Jadi kalau rutin mengonsumsi susu ini bisa banget jadi solusi agar anak alergi tetap bisa meraih prestasi yang gemilang.”  

 
“Morinaga intens banget ya, kasih edukasi soal alergi?”

“Yap itu sudah jadi komitmen Morinaga. Sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, Morinaga secara berkesinambungan mendukung program tahunan World Allergy Week dengan melalui berbagai program edukasi. Tahun ini nih, Morinaga mengadakan program Parenting Seminar #MorinagaAllergyWeek skala nasional. Tujuannya apa? Tentu sebagai program edukasi tahunan untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan alergi dan penyakit lainnya. Juga untuk menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosa dan tindakan pencegahan alergi.” 

Parenting Seminar #MorinagaAllergyWeek

“Yaaaaahh, aku ketinggalan nggak ikutan seminarnya…..”


“No need to worry! Orang tua tetap bisa mendapatkan edukasi mumpuni di website www.cekalergi.com. Kamu daftar jadi member di situ, gih! Buanyaaak artikel yang penting buat menambah info untuk buah hati kita. Ada resep untuk anak alergi, ada juga live chat dengan doker anak dan tim Morinaga, tools untuk mengetahui risiko alergi Si Kecil, macam-macam deh.” 

“Sip, siip! Aku jadi semangat banget niiih, walaupun alergi susu sapi, Huud tetap bisa tumbuh kembang optimal dan #AlergiTetapBerprestasi ya…. “

“Iya dong! Kalau alergi tidak dipahami dan dicegah, maka tumbuh kembang Si Kecil akan terhambat. Karena kegiatan belajar, bermain serta aktifitas stimulasinya terganggu. Dan jika alergi tidak diatasi, maka penyakit seperti Dermatitis Atopik, hanyalah gejala awal alergi dan kondisinya bisa memburuk yang di kemudian hari bisa muncul penyakit alergi lain seperti asma dan rinitis alergi. Pokoke kita kudu  mengindentifikasi pemicu dan menghindarinya serta menerapkan perawatan untuk menjaga kelembaban kulit dengan produk hipoalergenik yang tidak mengandung parfum.”

“Bude Nurul bener-bener rajin baca artikel dari www.cekalergi.com  yaaa…”

“Yoiiii! Ini yang aku suka dari #SusuMorinaga . Edukasi seputar alergi, mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, dijembrengin secara total. Karena kan buanyaaak isu ataupun hoax yang beredar seputar alergi. Hare gene, kita kudu cari sumber yang terpercaya dong ya. 

Yang jelas, Morinaga Allergy Solution itu solusi alergi untuk Si Kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals Bersama Morinaga Research Centre Jepang. 

Ada tiga keunggulan, nih….
yang pertama adalah solusi nutrisi untuk mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi.
Yang kedua adalah tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun.
Yang ketiga adalah sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth. 

Eniwei, pada dasarnya, alergi anak dapat diatasi dan orang tua bisa banget kok mencegah timbulnya penyakit akibat mewarisi bakat alergi dari ortu.”

“Siaaaappp, makasihh banyaaaakk sharing-nya, Bude Nurul…”

“Sama-sama….”

***

Fiuuuuhhh, seneng banget deh, ada Morinaga ChilKid Soya. Aku sukaaaaaa dan susu ini 
jadi favoritku! Aku juga bisa bikin susu sendiri lhoooo. Plus bikinkan segelas untuk adikku, Khanza.

https://youtu.be/QqGTX6EM3xY

Jadi... buat teman-teman yang juga alergi susu sapi kayak Huud, jangan khawatir ya :) Bilang sama Bunda dan Ayah untuk menyediakan Morinaga ChilKid Soya buat kita. 








Rabu, 23 Mei 2018

Tempat Wisata Murah di Bali, Tetap Bikin Liburan Kamu Meriah


Tempat Wisata Murah di Bali, Tetap Bikin Liburan Kamu Meriah



Dengan status sebagai tempat wisata yang menjadi jujugan turis dari seluruh dunia, Bali memang nggak bisa lepas dari kata ‘mahal’. Baik itu dari harga makanan, penginapan, hingga tiket masuk ke tempat-tempat liburan yang fancy seperti beach club dan resort dengan hanging cliff pool yang kalau kamu datangi semuanya bisa menguras kantong sampai tipis.

Memang liburan di tempat fancy di Bali itu seru. Tapi kalau budget nggak masuk, ada baiknya nggak dipaksakan. Apalagi sebenarnya ada banyak tempat wisata di Bali yang murah meriah, tapi tetap Instagramable dan meninggalkan kesan istimewa. Beberapa di antaranya bahkan menggratiskan tiket masuk! Menarik bukan?

Kalau budget kamu pas-pasan buat liburan ke Bali, coba main ke tempat-tempat wisata ini deh. Dijamin sama serunya dengan yang mahal.

Berburu Sunset di Pantai Seminyak

(luxuryescapes.com)

Beach club di kawasan Seminyak memang menggoda, terlihat seru dan keren. Tapi tentu kamu sudah tahu kan kalau untuk masuk ke tempat-tempat seperti ini harganya nggak bisa dibilang murah.

Kalau mau hemat, santai saja duduk di tepi pantai yang terbuka untuk umum. Memang lebih ramai, tapi pemandangannya sama saja kok dengan yang kamu lihat dari tempat fancy. Dengan angle foto yang bagus, potret senja di Seminyak milik kamu pasti nggak kalah keren dari yang diambil dari tempat mahal.

Nikmati Birunya Air Laut Pantai Melasti Ungasan

(harianpost.co.id)


Pantai Melasti yang ada di kawasan Ungasan, tak jauh dari Uluwatu ini baru dibuka beberapa tahun belakangan. Dulunya, pantai ini tertutup oleh tebing kapur seperti yang ada di Pantai Pandawa. Namun sekarang tebingnya sudah dipangkas dan dibangun jalan mulus menuju pantainya yang biru.

Untuk menikmati pantai cantik ini, kamu nggak perlu keluar biaya tiket. Hanya perlu membayar parkir kendaraan saja. Kecuali kamu main snorkeling atau diving dan menyewa perahu, baru kamu perlu mengeluarkan uang tambahan untuk menikmati pantai cantik ini.

Baca: Tips

Nikmati Pagi di Bukit Campuhan Ridge View


(overseasattractions.com)

Ubud selalu punya pesona yang nggak bisa terlupa. Salah satunya adalah Bukit Campuhan Ridge View, yang sebenarnya hanyalah sebuah jalan yang membelah perbukitan. Namun dengan pemandangan menghijau dan udara segar yang pasti membuatmu refresh.

Untuk menelusuri jalan sepanjang kurang lebih 3km ini, kamu tak dipungut biaya. Hanya perlu membayar parkir kendaaraan saja di ujung jalan tempat kamu memulai petualangan.

Meski indah sepanjang waktu, tapi momen paling cantik dari kawasan ini adalah subuh menjelang matahari terbit. Pada waktu ini, embun masih menempel di ilalang hijau yang tinggi menjulang di kanan dan kiri jalan setapak. Sinar matahari pun belum terlalu terik seperti siang hari.

Senja Memukau di Pura Lempuyangan Luhur


(steemit.com)

Ada banyak Pura megah yang berdiri di Bali dan patut dikunjungi. Tapi Pura Lempuyangan Luhur adalah satu yang belum terlalu populer, namun memiliki pemandangan luar biasa indah di sore harinya.

Lokasinya agak jauh dari pusat keramaian di Bali. Tepatnya di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem. Sekitar 2 jam perjalanan dengan motor atau mobil dari Denpasar.

Namun perjalanan jauh menuju Pura Lempuyangan Luhur bakal terbalas begitu kamu menginjakkan kaki di tengah gapuranya. Dengan latar belakang puncak Gunung Lempuyangan yang disiram oleh sinar matahari senja nan memerah, pemandangan luar biasa indah di Pura Lempuyangan Luhur akan menjadi momen liburan yang nggak akan kamu lupakan.

Tempat wisatanya murah, hotel dan penerbangan ke Bali juga harus murah dong. Beli saja di situs Traveloka, yang harganya jujur dan masih bisa dapat tambahan diskon kalau kamu rajin mencarinya di fitur promo.

Biar liburannya lebih murah lagi, sewa motor untuk membantu aktivitas selama di Bali. Dengan harga sewa yang murah, rata-rata Rp 75 ribu per hari, kamu bisa menuju ke berbagai tempat wisata di atas dengan mudah dan lebih hemat dari sewa mobil.

Selamat liburan di Bali!


Rabu, 21 Maret 2018

Aku Tidak Mau Pelihara Hewan

Anakku Sidqi tuh sering pulang sekolah sambil bawa kucing kecil.
Alasannya..... "Kasihan Bu.... kurus dekil kayak gini. Kurang makan...."

Dia biasa nemuin tuh kucing di dekat pasar kaget. Kumal. Njijiki banget deh.
"Itu banyak kumannya lho...."

"Iya, kita pelihara aja... Dimandiin, dibersihin kasih makan...."

DUH.

Terus terang aku gak suka kalo Sidqi mulai request pelihara hewan kayak gini. Namapun anak kicik, pasti gampang bosenan lah.

Awal-awal kayak yang sayaaaaang ama hewannya. Tapi lama-lama bosen juga
Jadi, secara personal, aku nyatakan bahwa keluarga kami (officially) tidak pelihara hewan.

Tapi... kalo ada kucing liar yang datang ke rumah dan kelihatan lapar, ya tetap kita kasih makan sih *lhaaa

Minggu, 04 Maret 2018

HokBen Hadirkan Kearifan Lokal lewat Menu Hoka Suka Selera Sambal Nusantara


HokBen Hadirkan Kearifan Lokal lewat Menu Hoka Suka Selera Sambal Nusantara

Orang Indonesia Suka Pedas? Banget! Kayak aku tuh, kalo makan… wajib nyari sambal, hahaha.

Kita tahu kan, kalau makanan khas Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, kaya akan rempah dan juga punya rasa manis, gurih dan pedas.

Bahkan, banyak yang bilang, makanan kurang mantap kalau tidak ada rasa pedas. Melihat tingginya minat masyarakat Indonesia yang gemar akan makanan pedas, mendorong HokBen untuk menghadirkan sensasi dahsyat yaitu “Memadukan makanan Jepang dan makanan khas Indonesia.”







Francisca Lucky, Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti (HokBen) menyatakan, Tingginya minat masyarakat Indonesia yang gemar makanan pedas, mendorong HokBen untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan 3pilihan Sambal Indonesia.

Terbuat dari bahan baku berkualitas dan bumbu pilihan, Hoka Suka merupakan perpaduan apik antara cita rasa khas Jepang dan Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen HokBen yng berupaya memanjaan pelanggannya dengan menghadirkan pengalaman sensasi makan yang lebih nikmat.



Selain sambal Indonesia, menu Hoka Suka ini juga dilengkapi menu khas Indonesia, yaitu kering kentang dan acar kuning.

Ada tiga varian menu Hoka Suka, yaitu:

Hoka Suka 1

Terdiri dari 3 (tiga) tusuk Yakitori Grilled yang disajikan lengkap dengan nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia

Hoka Suka 2

Ada 4 (empat) Ebi Furai yang dilengkapi nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia

Hoka Suka 3

Menu ini mengombinasikan 1 (satu) buah Chicken Katsu yang didampingi nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia



Pilihan sambalnya apa saja?

Ada sambal khas Bali, yakni sambal Matah

Sambal khas Jawa, yaitu sambal Bawang

dan sambal Hijau yang jadi ciri khas Padang.



Kalo Cuma mau sambalnya aja, gimana?

Ohhh, BISA BANGET!



Selain dalam paket Hoka Suka, kita juga bisa menikmati sambal Indonesia ini, dengan membeli seharga Rp 5 ribu/ porsi secata terpisah.



“Dengan menyatukan rasa Jepang dan Indonesia, kami berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati sensasi dahsyat, yaitu menikmati menu HokBen dengan sambal Indonesia.

Kami akan terus berupaya menghadirkan beragam inovasi untuk memanjakan pelanggan setia kami dengan tetap mengedepankan kuaitas yang merupakan komitmen HokBen.

Sebagaimana slogan HokBen nih…. “Bring Goodness to Nourish People Life through Creating and Providing Integrity Food”

MANTAB SOUL!

HokBen adalah nama baru Hoka Hoka Bento, restoran siap saji bergaya Jepang pertama dan terbesar di Indonesia.

Didirikan di Jakarta, 18 April 1985, di bawah PT Eka Bogainti.

HokBen telah mengantongi Sertifikat Halal dari MUI dan memiliki sertifikat system jaminan halal untuk masa 4 tahun,

HokBen telah memiliki lebih dari 145 gerai (data per ahir Desember 2017) di Pulau Jawa dan Bali. Saat ini, restoran HokBen tersebar di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Karawang, Bogor, Banten, Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang dan Bali.

Kita bisa menikmati layanan HokBen dengan beberapa cara. Makan di tempat (dine-in), mau pesan lalu dibawa pulang (take away), HokBen Delivery melalui 1 500 505 atau melalui pesan online di www.hokben.co.id dan HokBenApps yng tersedia di Google Playstore dan Apple Store. Bisa juga lewat pesanan melalui kendaraan lewat (drive thru), acara ulang tahun (birthday party), serta pesanan dalam jumah besar (large order)

Di usia yang memasuki 33 tahun, HokBen tetap berkomitmen untuk selalu memberikan produk dan layanan dengan kualitas terbaik kepada pelanggan setianya di Indonesia.

HokBen juga berkomitmen memberikan kontribusi  dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, melalui program tanggung jawab social di bidang Pendidikan dan kepedulian terhadap sesame.



O iya, gathering blogger ini dihelat di HokBen Polisi Istimewa. Adapun Fasilitasnya adalah:

Store buka pagi sampai jam 12 malam

Kapasitas 240 kursi

Menyediakan Birthday Party Room

Indoor Private Room for meeting

Tersedia Mushola

Lokasi strategis

Parkir luas dan akses mudah






Senin, 05 Februari 2018

Pempek Farina, Pengobat Rindu Masakan Palembang

Entah gimana awal mulanya, masakan daerah Palembang yang kecut-asem-segar-pedas itu menempati posisi tersendiri di relung kalbu dan lidah. Saya sukaaaaa banget dengan segenap kuliner yang ditawarkan wong kito. Yang paling kondang, tidak lain dan tidak bukan empek-empek alias PEMPEK.
Pempek favorit saya adalah PEMPEK FARINA. Ikannya tuh kerasa banget, karena terkadang demi menghemat operational cost, tidak sedikit bakul pempek yang cuma kasih perasa ikan.



Minggu, 04 Februari 2018

Berdamai dengan Diri Sendiri di Fisherman's Wharf California


Cuaca di San Francisco memang sukar ditebak. Terkadang dingin menusuk sumsum. Tapi, tidak jarang, matahari bersinar dengan garangnya. Kali ini, saya kudu menyerah pada hawa dingin yang menerpa kulit. Menyesal rasanya pakai baju biru casual ini. Kenapa musti kuabaikan saran dari Ivan? Yap, local guides asli Jakarta, yang sudah 15 tahun berdomisili di SF ini bilang, ”Layer is the key!” itu prinsip yang harus selalu dijalankan manakala beredar di kawasan California. Karena ya itu tadi, cuaca amat sulit ditebak. Yang awalnya kelihatan hangat… eh, bisa mendadak dingin brrrrr…!


“Duh, nyesel aku… nyesel banget…!”

Aku menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Berharap kehangatan bisa muncul dari sana. Plus, disambi menggosok-gosokkan kedua telapak tangan. Nihil. Tak ada hasil.


Beberapa local guides dari negara lain melemparkan senyum. Kami belum kenal sebelumnya, tapi wajah-wajah yang super excited itu, menyadarkan saya bahwa…..

Heiiii… this is my once-in-a-lifetime experience! Lupakan soal jaket, prinsip ‘layer is the key!’ yadda yadda blablabla itu! Lupakan hawa dingin yang terus menerabas masuk! Just seize the day… enjoy your moment! Jangan focus pada kesalahan yang engkau lakukan pagi ini! Fokuslah selalu pada apa yang bisa kau perbuat supaya momen berharga ini tidak lenyap plassss begitu saja!

Chill, girl! Santaaaaaiiii!


***

Karakter dan personality saya laksana cuaca di SF: amat sukar ditebak. Saya sendiri—sebagai sosok yang dititipi roh, jiwa raga oleh Sang Maha Kuasa—juga kerap terjerembab dalam pertanyaan “Are you okay, dear nurulrahma?” Apalagi kalo lagi PMS. Wadaaawww, kadang saya nggak kenal dengan jiwa yang bersemayam di tubuh ini.

“Who are you?”

Sama seperti keputusan ‘bodoh’ di mana saya tidak mengenakan jaket/ outer ketika jalan-jalan di SF. Dalam hidup, banyaaaaak banget keputusan bodoh, konyol, aneh, yang saya lakukan. BANYAAAAK BANGET! Dan herannya, saya tuh impulsive abis. Bisa banget mengambil keputusan seketika, saat itu juga, dengan semena-mena.

Kemudian…. Yang muncul adalah…. Penyesalan…. Dan merutuki diri sendiri. What have you done anyway?




***

Terkadang, orang-orang di sekitar menilai saya baik-baik saja. Sama halnya ketika ibunda saya pada akhirnya berpulang. Ketika para pentakziah datang, saya memasang wajah, “I’m okay… saya ikhlas….” Tak perlu ada air mata yang mengalir di hadapan mereka. Saya tahan sekuat tenaga. Namun… sepekan… dua pekan kemudian…..

Tanggul air mata itu jebol juga.

Saya merutuki diri sendiri. Sebenarnya, gelagat tidak beres sudah muncul berbulan-bulan lalu. Ketika ibu mendadak malas makan. Ketika batuk ibu tak kunjung sembuh. Ketika ibu begitu sering berbicara tentang kematian.

KENAPA SAYA TIDAK PEKA?

Kenapa saya selalu merasa bahwa ibu adalah super-lady, strong woman, yang sigap dan siap sedia menghalau semua cobaan dan rintangan dalam hidup? Kenapa saya membiarkan ibu bertarung dengan problema hidup yang datang bertubi-tubi? Apa gunanya keberadaan saya sebagai anak beliau? Kenapa saya tidak suportif? Mana kontribusi saya?

Pertanyaan-pertanyaan itu datang bertubi-tubi. Termasuk, pertanyaan konyol yang tak perlu dijawab, ”Andaikata waktu itu saya nggak salah bawa Ibu ke RS yang pertama, mungkin nyawa Ibu masih bisa diselamatkan….Kenapa waktu itu saya justru bawa Ibu ke sana ya?”

Astaghfirullah…..

***

Sulit rasanya untuk memaafkan diri sendiri. Amat sulit. Saya mencoba untuk mengembargo diri, tidak terlibat dan berinteraksi dengan aneka forum kajian dekat rumah. Mengapa? Saya takut berjumpa dengan sahabat-sahabat Ibu. Di relung hati yang paling dalam, saya merasa…. tatapan mereka seolah “menyalahkan” saya. Anak yang nggak bisa mempersembahkan hal terbaik bagi Ibunda.

Setiap ada momen keislaman di masjid dekat rumah, saya sengaja datang terlambat. Supaya apa? Agar dapat posisi di shaf paling belakang, dan saya tidak perlu memasang wajah manis penuh senyum ulala di depan para sahabat ibu.

***

“So… how? You still feel it’s too cold here?”

“Hmmm… not really… I’m okay now.”




Saya memasang wajah “Aku baik-baik saja”. Yeah, terkadang kita bisa sedemikian santun pada totally-stranger-person, dan justru bersikap semau-gue pada orang yang demikian besar jasa dan pengaruhnya untuk hidup kita.

Kami menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf ini… Menjumpai singa laut yang heboh berteriak, seolah memancing atensi para wisatawan. Dari kejauhan bisa kami saksikan Alcatraz, yap… penjara yang demikian legendaris itu.

“Banyak tahanan kriminal paling sadis yang dipenjara di Alcatraz. Mereka mencoba melarikan diri, dengan renang di sepanjang laut SF. Tapi tahu sendiri kan… cuacanya dingin banget seperti ini. Tahanan yang berusaha kabur itu, kebanyakan udah nggak jelas nasibnya. Kemungkinan besar, meninggal kedinginan ketika berusaha renang  di sini…”

Aku manggut-manggut mendengar penjelasan Karen, local guides moderator yang khatam banget seputar destinasi di SF.

Kabur dari penjara yang begitu menyeramkan.

Lalu berenang mengarungi samudera, dengan suhu yang minus.

Heiiii…! Mereka para criminal kelas wahid!

Dengan catatan keburukan yang begitu dahsyatnya, para tahanan itu sanggup memaafkan diri sendiri. Untuk kemudian, berusaha keras agar bisa lepas dari jerat penjara yang mengerikan. Barangkali, prinsip hidup mereka, lebih baik aku bertarung melawan dinginnya samudera… tidak masalah apabila nantinya aku hanya tinggal nama… tapi paling tidak, aku sudah berjuang untuk keluar dari penjara yang tidak manusiawi ini… dan aku memberikan bukti, bahwa sebagai manusia, aku memaafkan diri sendiri.



Maka…..

Ditingkahi sepoi angin teluk San Francisco…. Saya memejamkan mata, seraya bergumam pelan…..”Dear @nurulrahma… All is well….. Bersikap adillah pada dirimu…. Semua orang punya porsi salah dan dosa masing-masing…. Banyak hal yang terjadi di dunia ini, di luar kuasa dan kehendak kita, karena heiii…. siapa kita? Kita hanyalah makhluk lemah, sebutir atom di galaksi nan demikian perkasa… Kita hanyalah debu… dibandingkan segenap kekuasaan Sang Pemilik Semesta…. Maka…. Maafkan dirimu… Maafkan…. Just let everything happens…. Embrace your life and be thankful…