Rabu, 21 Maret 2018

Aku Tidak Mau Pelihara Hewan

Anakku Sidqi tuh sering pulang sekolah sambil bawa kucing kecil.
Alasannya..... "Kasihan Bu.... kurus dekil kayak gini. Kurang makan...."

Dia biasa nemuin tuh kucing di dekat pasar kaget. Kumal. Njijiki banget deh.
"Itu banyak kumannya lho...."

"Iya, kita pelihara aja... Dimandiin, dibersihin kasih makan...."

DUH.

Terus terang aku gak suka kalo Sidqi mulai request pelihara hewan kayak gini. Namapun anak kicik, pasti gampang bosenan lah.

Awal-awal kayak yang sayaaaaang ama hewannya. Tapi lama-lama bosen juga
Jadi, secara personal, aku nyatakan bahwa keluarga kami (officially) tidak pelihara hewan.

Tapi... kalo ada kucing liar yang datang ke rumah dan kelihatan lapar, ya tetap kita kasih makan sih *lhaaa

Minggu, 04 Maret 2018

HokBen Hadirkan Kearifan Lokal lewat Menu Hoka Suka Selera Sambal Nusantara


HokBen Hadirkan Kearifan Lokal lewat Menu Hoka Suka Selera Sambal Nusantara

Orang Indonesia Suka Pedas? Banget! Kayak aku tuh, kalo makan… wajib nyari sambal, hahaha.

Kita tahu kan, kalau makanan khas Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, kaya akan rempah dan juga punya rasa manis, gurih dan pedas.

Bahkan, banyak yang bilang, makanan kurang mantap kalau tidak ada rasa pedas. Melihat tingginya minat masyarakat Indonesia yang gemar akan makanan pedas, mendorong HokBen untuk menghadirkan sensasi dahsyat yaitu “Memadukan makanan Jepang dan makanan khas Indonesia.”







Francisca Lucky, Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti (HokBen) menyatakan, Tingginya minat masyarakat Indonesia yang gemar makanan pedas, mendorong HokBen untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan 3pilihan Sambal Indonesia.

Terbuat dari bahan baku berkualitas dan bumbu pilihan, Hoka Suka merupakan perpaduan apik antara cita rasa khas Jepang dan Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen HokBen yng berupaya memanjaan pelanggannya dengan menghadirkan pengalaman sensasi makan yang lebih nikmat.



Selain sambal Indonesia, menu Hoka Suka ini juga dilengkapi menu khas Indonesia, yaitu kering kentang dan acar kuning.

Ada tiga varian menu Hoka Suka, yaitu:

Hoka Suka 1

Terdiri dari 3 (tiga) tusuk Yakitori Grilled yang disajikan lengkap dengan nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia

Hoka Suka 2

Ada 4 (empat) Ebi Furai yang dilengkapi nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia

Hoka Suka 3

Menu ini mengombinasikan 1 (satu) buah Chicken Katsu yang didampingi nasi, kering kentang, acar kuning serta sambal Indonesia



Pilihan sambalnya apa saja?

Ada sambal khas Bali, yakni sambal Matah

Sambal khas Jawa, yaitu sambal Bawang

dan sambal Hijau yang jadi ciri khas Padang.



Kalo Cuma mau sambalnya aja, gimana?

Ohhh, BISA BANGET!



Selain dalam paket Hoka Suka, kita juga bisa menikmati sambal Indonesia ini, dengan membeli seharga Rp 5 ribu/ porsi secata terpisah.



“Dengan menyatukan rasa Jepang dan Indonesia, kami berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati sensasi dahsyat, yaitu menikmati menu HokBen dengan sambal Indonesia.

Kami akan terus berupaya menghadirkan beragam inovasi untuk memanjakan pelanggan setia kami dengan tetap mengedepankan kuaitas yang merupakan komitmen HokBen.

Sebagaimana slogan HokBen nih…. “Bring Goodness to Nourish People Life through Creating and Providing Integrity Food”

MANTAB SOUL!

HokBen adalah nama baru Hoka Hoka Bento, restoran siap saji bergaya Jepang pertama dan terbesar di Indonesia.

Didirikan di Jakarta, 18 April 1985, di bawah PT Eka Bogainti.

HokBen telah mengantongi Sertifikat Halal dari MUI dan memiliki sertifikat system jaminan halal untuk masa 4 tahun,

HokBen telah memiliki lebih dari 145 gerai (data per ahir Desember 2017) di Pulau Jawa dan Bali. Saat ini, restoran HokBen tersebar di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Karawang, Bogor, Banten, Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang dan Bali.

Kita bisa menikmati layanan HokBen dengan beberapa cara. Makan di tempat (dine-in), mau pesan lalu dibawa pulang (take away), HokBen Delivery melalui 1 500 505 atau melalui pesan online di www.hokben.co.id dan HokBenApps yng tersedia di Google Playstore dan Apple Store. Bisa juga lewat pesanan melalui kendaraan lewat (drive thru), acara ulang tahun (birthday party), serta pesanan dalam jumah besar (large order)

Di usia yang memasuki 33 tahun, HokBen tetap berkomitmen untuk selalu memberikan produk dan layanan dengan kualitas terbaik kepada pelanggan setianya di Indonesia.

HokBen juga berkomitmen memberikan kontribusi  dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, melalui program tanggung jawab social di bidang Pendidikan dan kepedulian terhadap sesame.



O iya, gathering blogger ini dihelat di HokBen Polisi Istimewa. Adapun Fasilitasnya adalah:

Store buka pagi sampai jam 12 malam

Kapasitas 240 kursi

Menyediakan Birthday Party Room

Indoor Private Room for meeting

Tersedia Mushola

Lokasi strategis

Parkir luas dan akses mudah






Senin, 05 Februari 2018

Pempek Farina, Pengobat Rindu Masakan Palembang

Entah gimana awal mulanya, masakan daerah Palembang yang kecut-asem-segar-pedas itu menempati posisi tersendiri di relung kalbu dan lidah. Saya sukaaaaa banget dengan segenap kuliner yang ditawarkan wong kito. Yang paling kondang, tidak lain dan tidak bukan empek-empek alias PEMPEK.
Pempek favorit saya adalah PEMPEK FARINA. Ikannya tuh kerasa banget, karena terkadang demi menghemat operational cost, tidak sedikit bakul pempek yang cuma kasih perasa ikan.



Minggu, 04 Februari 2018

Berdamai dengan Diri Sendiri di Fisherman's Wharf California


Cuaca di San Francisco memang sukar ditebak. Terkadang dingin menusuk sumsum. Tapi, tidak jarang, matahari bersinar dengan garangnya. Kali ini, saya kudu menyerah pada hawa dingin yang menerpa kulit. Menyesal rasanya pakai baju biru casual ini. Kenapa musti kuabaikan saran dari Ivan? Yap, local guides asli Jakarta, yang sudah 15 tahun berdomisili di SF ini bilang, ”Layer is the key!” itu prinsip yang harus selalu dijalankan manakala beredar di kawasan California. Karena ya itu tadi, cuaca amat sulit ditebak. Yang awalnya kelihatan hangat… eh, bisa mendadak dingin brrrrr…!


“Duh, nyesel aku… nyesel banget…!”

Aku menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Berharap kehangatan bisa muncul dari sana. Plus, disambi menggosok-gosokkan kedua telapak tangan. Nihil. Tak ada hasil.


Beberapa local guides dari negara lain melemparkan senyum. Kami belum kenal sebelumnya, tapi wajah-wajah yang super excited itu, menyadarkan saya bahwa…..

Heiiii… this is my once-in-a-lifetime experience! Lupakan soal jaket, prinsip ‘layer is the key!’ yadda yadda blablabla itu! Lupakan hawa dingin yang terus menerabas masuk! Just seize the day… enjoy your moment! Jangan focus pada kesalahan yang engkau lakukan pagi ini! Fokuslah selalu pada apa yang bisa kau perbuat supaya momen berharga ini tidak lenyap plassss begitu saja!

Chill, girl! Santaaaaaiiii!


***

Karakter dan personality saya laksana cuaca di SF: amat sukar ditebak. Saya sendiri—sebagai sosok yang dititipi roh, jiwa raga oleh Sang Maha Kuasa—juga kerap terjerembab dalam pertanyaan “Are you okay, dear nurulrahma?” Apalagi kalo lagi PMS. Wadaaawww, kadang saya nggak kenal dengan jiwa yang bersemayam di tubuh ini.

“Who are you?”

Sama seperti keputusan ‘bodoh’ di mana saya tidak mengenakan jaket/ outer ketika jalan-jalan di SF. Dalam hidup, banyaaaaak banget keputusan bodoh, konyol, aneh, yang saya lakukan. BANYAAAAK BANGET! Dan herannya, saya tuh impulsive abis. Bisa banget mengambil keputusan seketika, saat itu juga, dengan semena-mena.

Kemudian…. Yang muncul adalah…. Penyesalan…. Dan merutuki diri sendiri. What have you done anyway?




***

Terkadang, orang-orang di sekitar menilai saya baik-baik saja. Sama halnya ketika ibunda saya pada akhirnya berpulang. Ketika para pentakziah datang, saya memasang wajah, “I’m okay… saya ikhlas….” Tak perlu ada air mata yang mengalir di hadapan mereka. Saya tahan sekuat tenaga. Namun… sepekan… dua pekan kemudian…..

Tanggul air mata itu jebol juga.

Saya merutuki diri sendiri. Sebenarnya, gelagat tidak beres sudah muncul berbulan-bulan lalu. Ketika ibu mendadak malas makan. Ketika batuk ibu tak kunjung sembuh. Ketika ibu begitu sering berbicara tentang kematian.

KENAPA SAYA TIDAK PEKA?

Kenapa saya selalu merasa bahwa ibu adalah super-lady, strong woman, yang sigap dan siap sedia menghalau semua cobaan dan rintangan dalam hidup? Kenapa saya membiarkan ibu bertarung dengan problema hidup yang datang bertubi-tubi? Apa gunanya keberadaan saya sebagai anak beliau? Kenapa saya tidak suportif? Mana kontribusi saya?

Pertanyaan-pertanyaan itu datang bertubi-tubi. Termasuk, pertanyaan konyol yang tak perlu dijawab, ”Andaikata waktu itu saya nggak salah bawa Ibu ke RS yang pertama, mungkin nyawa Ibu masih bisa diselamatkan….Kenapa waktu itu saya justru bawa Ibu ke sana ya?”

Astaghfirullah…..

***

Sulit rasanya untuk memaafkan diri sendiri. Amat sulit. Saya mencoba untuk mengembargo diri, tidak terlibat dan berinteraksi dengan aneka forum kajian dekat rumah. Mengapa? Saya takut berjumpa dengan sahabat-sahabat Ibu. Di relung hati yang paling dalam, saya merasa…. tatapan mereka seolah “menyalahkan” saya. Anak yang nggak bisa mempersembahkan hal terbaik bagi Ibunda.

Setiap ada momen keislaman di masjid dekat rumah, saya sengaja datang terlambat. Supaya apa? Agar dapat posisi di shaf paling belakang, dan saya tidak perlu memasang wajah manis penuh senyum ulala di depan para sahabat ibu.

***

“So… how? You still feel it’s too cold here?”

“Hmmm… not really… I’m okay now.”




Saya memasang wajah “Aku baik-baik saja”. Yeah, terkadang kita bisa sedemikian santun pada totally-stranger-person, dan justru bersikap semau-gue pada orang yang demikian besar jasa dan pengaruhnya untuk hidup kita.

Kami menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf ini… Menjumpai singa laut yang heboh berteriak, seolah memancing atensi para wisatawan. Dari kejauhan bisa kami saksikan Alcatraz, yap… penjara yang demikian legendaris itu.

“Banyak tahanan kriminal paling sadis yang dipenjara di Alcatraz. Mereka mencoba melarikan diri, dengan renang di sepanjang laut SF. Tapi tahu sendiri kan… cuacanya dingin banget seperti ini. Tahanan yang berusaha kabur itu, kebanyakan udah nggak jelas nasibnya. Kemungkinan besar, meninggal kedinginan ketika berusaha renang  di sini…”

Aku manggut-manggut mendengar penjelasan Karen, local guides moderator yang khatam banget seputar destinasi di SF.

Kabur dari penjara yang begitu menyeramkan.

Lalu berenang mengarungi samudera, dengan suhu yang minus.

Heiiii…! Mereka para criminal kelas wahid!

Dengan catatan keburukan yang begitu dahsyatnya, para tahanan itu sanggup memaafkan diri sendiri. Untuk kemudian, berusaha keras agar bisa lepas dari jerat penjara yang mengerikan. Barangkali, prinsip hidup mereka, lebih baik aku bertarung melawan dinginnya samudera… tidak masalah apabila nantinya aku hanya tinggal nama… tapi paling tidak, aku sudah berjuang untuk keluar dari penjara yang tidak manusiawi ini… dan aku memberikan bukti, bahwa sebagai manusia, aku memaafkan diri sendiri.



Maka…..

Ditingkahi sepoi angin teluk San Francisco…. Saya memejamkan mata, seraya bergumam pelan…..”Dear @nurulrahma… All is well….. Bersikap adillah pada dirimu…. Semua orang punya porsi salah dan dosa masing-masing…. Banyak hal yang terjadi di dunia ini, di luar kuasa dan kehendak kita, karena heiii…. siapa kita? Kita hanyalah makhluk lemah, sebutir atom di galaksi nan demikian perkasa… Kita hanyalah debu… dibandingkan segenap kekuasaan Sang Pemilik Semesta…. Maka…. Maafkan dirimu… Maafkan…. Just let everything happens…. Embrace your life and be thankful…





































Jumat, 02 Februari 2018

Hotel Aston Bojonegoro, Makanannya Super Enak!

Salah satu hotel wajib kunjung di Bojonegoro adalah.... ASTON!
Saya tiga malam menginap di sini, dan aseliiik.... PUAS BANGEEETTT dengan semua menu yang disajikan. Chef dan tim culinary di hotel ini jagoan paraaahh deh, dalam membesut aneka makanan dan ya ampuuun kok saya doyaaan ama semua-mua-muanyaaaa





Minggu, 28 Januari 2018

Review Nanny's Pavillon di Tunjungan Plaza Surabaya


Setelah bolak-balik menyusuri areal Tunjungan Plaza (TP) 4, saya pengin banget ngejajal makanan yang disajikan di Nanny's Pavillon. Areal dining-nya lucu banget. So instagrammable :) 

Menu yang saya pilih hari itu adalah Spicy Fried Rice alias nasi goreng yang rada pedas.

Aselik, ini lokasinya seru banget buat kongkow cantik 



Spectre, Jajaran Laptop Seri Premium dari HP

HP indonesia menghadirkan inovasi pada jajaran produk consumer premium, melalui laptop generasi terbaru, yaitu HP Spectre 13 dan HP Spectre x360 13.
Banyak banget keunggulan yang dibenamkan di laptop ini:
- Prosesor generasi terkini,
- Masa pakai batere yng lebih lama
- Layar berkualitas yang jelas dan tajam
- Desain yang ramping, berkelas, serta menonjolkan lekuk sudut yang tegas.


Ini adalah generasi kedua HP Spectre 13 (yang merupakan laptop dengan layar super tipis) sehingga asyik banget untuk dipakai bekerja maupun buat menikmati hiburan.
Layar resolusi hingga 4K dan audio yang lebih kencang, namun tetap terdengar nyaman dan jernih di telinga.

HP Spectre 13 dilengkapi fitur premium unggulan, antara lain: 
- Desain berkontur premium. Dibentuk dari aluminium CNC dan serat karbon, HP Spectre 13 dengan micro-edge bezel memiliki pilihan Ceramic White dengan aksen emas pucat. Atau Dark Ash Silver dengan aksen tembaga. Layarnya dilengkapi Corning Gorilla Glass dengan pilihan resolusi tinggi hingga 4K
- Pengalaman sensorik. Penempatan speaker di atas keyboard backlit berukuran penuh hingga ke tepi, tidak hanya memberikan suara jernih dan nyaring, tapi juga nyaman dalam mengetik.
- Keamanan login menggunakan Windows Halo dan fitur Video Chat, dengan sudut pandang 88 derajat. Juga dilengkapi kamera HP Wide Vision FHD IR
- Daya batere lebih besar dalam setiap milimeter: Masa pemakaian batere hingga 115 jam, juga teknologi HP Fast Charge yang memungkinkan pengisian daya dari nol hingga 50% dalam waktu 30 menit.