Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Pijakan Langkah Kaki Pertama Sidqi, Sang Pemburu Ilmu

Well, tuduh saya sebagai ibu ambisius, yang gemar 'menyiksa' putra mahkotanya dengan sederetan tuntutan yang sometimes tidak masuk akal. Silakan tuding saya sebagai ibu yang ingin menghibahkan seluruh visi-misi muda saya yang tidak tercapai, dan saya forward begitu saja ke backbone Sidqi. "Sidqi itu masih TK, masih balita, kenapa siy dicariin sekolah yang jauh-jauh?" Rumahku di Rungkut. Sementara Sidqi aku daftarin di TK An-Nur, sebuah sekolah yang berlokasi di Semolowaru Selatan, yang mana untuk menuju sekolah, Sidqi harus menempuh jarak 5 kiloan. Mertua dan suamiku tak henti2nya menyemburkan protes atas vonis sepihak yang aku timpakan pada Sidqi. "Ya, biar Sidqi latihan. Kan dia ntar kalo kuliah SMA ke Ponpes Gontor Ponorogo, trus S-1 sampai Doktoralnya ke Inggris, berarti dia harus latihan untuk menempuh ilmu di tempat yang jauh," kilahku. Walau terdengar sekenanya, tapi aku yakin, Tuhan Maha Mencatat dan Maha Mengabulkan. Bahkan untuk celotehan yang

"Ibu Tau Ndak Bu?"

Gambar
Suatu petang di "surga dunia"-ku. Sidqi, malaikat kecilku yang baru 4 tahun, menjawilku pelan. "Ibu tau ndak Bu?" "Apa, Nak?" "Aku sayaaang banget sama Ibu." :-) So sweet. *menitikkan air mata, dalam hati* Aku menukas. "Adik Sidqi tau ndak?" "Apa Bu?" "Ibu sayaaaang banget sama adik Sidqi." *Emak yang sangat tidak kreatif*

Super Duper Hero

Gambar
"Eh, Ma, beli sepatunya kapan?" "Waduh, kayaknya buat lomba fashion, kita musti sewa kostum deh..." "Aduh, ma, kita musti urunan lagi, buat itu tuh, bayar pelatih nyanyi anak-anak..." "Berapa urunannya?" "Lah, kemaren itu duit apa loh, Ma? Kok sekarang urunan lagi?" Glek. Kupingku tak steril dari seliweran kicauan emak-emak di koridor sekolah. Lucu juga, mereka saling memanggil satu sama lain dengan sebutan 'mama'. Kadang, diikuti oleh nama anak mereka. Kalo anaknya bernama Cipluk, maka sang emak bakal dilabeli 'mama Cipluk'. Aku kok haqqul yaqin, di antara para mama itu, pasti HAMPIR TAK ADA yang tahu NAMA ASLI mereka masing-masing. Sama seperti di kampung. Rumahnya Pak Hari & Bu Hari. Jadi, kalo ada yang nanya, "Permisi, rumahnya ibu Srigantung Sumirat dimana yah?" Dijamin, satpam kompleks pun bakal garuk-garuk libas ketombe. "Ma, ntar si Mas Hiromi tampil fashion shownya 6 menit aja ya..