Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

The Art of Listening

Gambar
  Orang pandai bicara tuh dah banyaaakk banget. Tapi orang yang piawai mendengarkan dengan baik dan seksama, jumlahnya mungkin tidak seberapa. Karena yang sering muncul adalah ego: Pendapatku penting. Opiniku adalah segalanya. Aku nggak perlu dengar dan nggak mau tahu tentang opini kamu kok. “One of the keys to emotional intelligence is to be a generous listener.” Ini yang didengungkan oleh Lewis Howes, podcaster sekaligus penulis buku laris. Iya banget! Kalau kita mau punya sisi kecerdasan emosional mumpuni, sudah barang tentu, kita kudu mendengarkan dengan baik. (pakai kuping dan pakai hati) Lebih lanjut, Lewis Howes menambahkan, ”70% of communication is not the words you say – this is why texts and emails do not send the whole message. What selfish listening is – when you only listen to the part of a story you like.” Wow, iya juga yaaa. Maka dari itu, yuk lah sama-sama kita belajar art of listening. Ada 10 Tools for Listening yang di-share Lewis untuk kita 1. Be open Sel

Sepercik Rasa yang Menguar Tatkala di Bandara

Gambar
Kalau ditanya, apa perasaan saban bertandang ke Bandara, Stasiun atau Terminal Bus, mungkin jawaban tiap orang akan berbeda. Begitu pula dengan saya. Tatkala masih menjadi corporate slave di Perusahaan multinasional, saya selalu menganggap Bandara itu kayak tempat singgah aja. Saking seringnya naik pesawat, boo. Senin berangkat ke Jakarta, Rabu ada tugas ke Jogja, Jumat otw Medan muterrrr gitu terus udah biasa. Sampai-sampai ada sodara saya yang nyeletuk, “Mba Nurul nih naik pesawat udah kayak naik angkot aja, wkwkwkw….” Iyep, sekian tahun silam. Semua terasa biasaaaa aja. Ya walopun kadang ada “drama jelang take off”, yang salah gate-lah, atau ketiduran di ruang tunggu Garuda 😊 Perasaan saya nggak ada something special , karena menuju Bandara, naik pesawat, dan seterusnya, itu adalah rangkaian kegiatan yang kudu dijalani, demi karir yang mulus wkwkw.  Hingga pada suatu hari, pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta – Jogja mengalami musibah mendarat darurat, sehingga menyebabkan bodi

Terapkan Healthy Boundaries ya Gaes!

Gambar
  Tatkala berselancar di id.quora, saya menemukan satu postingan milik Grita Amelia yang super duper menarik! Kalau tidak nyaman, katakan "Tidak". Kalau sudah capek, katakan "Cukup". Kalau gagal, katakan "Ya sudah". Kalau berbuat salah, katakan "Maaf". Kalau diajak belajar suatu hal yang baru, katakan "Ayo!". Kalau dihina orang, katakan "Oke". Kalau dihina kucing, katakan "Maafkan hamba Baginda, mohon beritahu hamba bagaimana cara memperbaiki diri". Kalau mau dan suka, katakan "Iya". Tidak usah gengsi, karena gengsi dijual buy one get one pun tak akan laku. Kalau tak puas akan suatu kondisi, ubah atau tinggalkan. Jangan hanya duduk sambil meratapi nasib. Kalau merasa mumet atau sedih yang berlarut-larut, jangan melarikan diri dengan berlama-lamatidur. Lebih baik masuk kamar mandi, lalu mandi pakai air dingin. Pikiran akan jadi jauh lebih ringan setelahnya. Kalau punya kekurangan, tida

Ide Baru Muncul Kalo Mepet Deadline tuh Kenapa ya?

Gambar
 "Oke, Deadline posting di blog H+3 setelah event, ya. Ingat ingat, JANGAN TELAT. Itu materi dan foto-foto sudah saya sematkan di WA Grup. Silakan dimanfaatkan dengan baik. Sekali lagi, saya ingatkan, Minggu 19 Mei dan paling lambat  jam 12 SIANG ya gaes. Semangaaatt!"  Sebenarnya posting artikel di blog tuh terbilang "gampang" karena kita udah dibekali dengan penjelasan PR, press release juga beberapa foto yang bisa dipakai. Tapiii, yang namanya manusia biasaaa, udah pasti adaaaa aja alasan.  Yang belum mood-lah.  Masih cari angle yang tepat-lah  Ide untuk bikin artikel masih berceceran-lah Adaaaa aja.  Dan seperti kuduga, masih banyaaakkk yang belum setor postingan, di H+3. Akhirnya aku bolak-balik bikin countdown... Yuk, EMPAT JAM lagi kawan-kawan... segera posting dan setor link-nya yaaa... Lalu, ada yang komen "Biasanya ntar laporan pada mbruduuull kalo mepet jam DL." EITSSSS, apakah Anda sedang menormalisasi PROKRASTINASI?  Yihaaa! Hasrat untuk nyap-

Aturan Sosial

Gambar
  Apa saja aturan sosial tidak tertulis yang harus diketahui semua orang? Ketika ada acara duka, datanglah meskipun tidak diundang. Sebaliknya, ketika ada acara sukacita jangan datang kecuali diundang. Kalau ditraktir, jadilah orang terakhir yang memesan dan pesanlah menu paling murah. Kalau tuan rumah maksa kamu pesan duluan, tetap pesanlah menu paling murah. Kalau saya sih, selalu order nasi goreng + es teh. Menerima pemberian orang adalah wajib. Si pemberi pasti sudah mikir matang-matang, dan dia sudah rela menyisihkan sebagian uangnya untuk beli hadiah buat kamu. Jangan tolak, karena itu artinya kamu gak menghargai pengorbanannya. Kalau memang mau ganti, berilah hadiah yang sepadan di lain waktu. Tepat waktu adalah super wajib. Kita gak pernah tahu yang mereka korbankan demi bisa datang tepat waktu. Hargailah pengorbanan itu dengan cara datang tepat waktu juga. Ketika bertamu ke rumah teman, ingatlah bahwa itu adalah rumah orang tua teman kamu, bukan rumah teman kamu. Panggil-pangg

Tentang Legacy dan Enjoy Your Life!

Gambar
 Wohohohhooo, tema challenge ISB (Indonesian Social Blogpreneur) hari ini sesuatuu banget.  Tentang LEGACY . Hadeuh, eikeh udah meres otak bingung mau ninggalin legacy apa dalam hidup :) Ya udin, ketimbang mumet, coba dah ini eikeh jabarkan apa saja, hal-hal simpel yang boleh dibilang jadi prinsip supaya bisa enjoy our life! Enjoy the moments. Nikmati semua fasenya, kalo lagi susah ya sabar. Kalo lagi seneng ya bersyukur. Jadikan semua simple dan mudah. Kalo laper ya makan. Kalo bosen ya cari hal baru. Semua hal ada solusinya , semua masalah punya jalan keluar. So, jangan terlalu mempersulit diri dengan mencari cara yang merepotkan. Buat semuanya mudah. Jangan pedulikan tentang anggapan orang lain. Mereka bisa menilai kita tapi yang tahu pasti diri kita sendiri ya kita. Cari tahu apa yang membuat kita bahagia. Hal-hal sepele yang nyatanya buat kita senang, hal-hal kecil yang buat kita happy. Jangan samakan progress semua orang. Semua orang punya jalan yang berbeda, dan semua jalan past

I Love Me

Gambar
 Menjejalkan kalimat positif "I Love Me" bukan perkara mudah.  Apalagi kita hidup di era yang sangaaaattttt banjir informasi.  Dengan mudah, kita bisa kepoin orang lain lagi ngapain? Si anu lagi aktif apa? Si onoh udah menang lomba mana aja? Byuuh, ternyata si X jobnya banyaaakk yah  Maklum, nyaris semua hal dalam hidup terpampang nyata di banyak akun social media.  Manusiawi kalo kadang kita tersengat rasa insecure, inferior, merasa kalah, dan reveal 'aku si pecundang' Yaaa, terkadang "rasa kalah" itu penting kok.  Supaya hati kita tetap rendah.  Tidak mengangkasa dan merasa segitu hebatnya.  Padahal Heeyyy, siapa sih kitaaa? Tapiii, rasa inferior itu ada, untuk pengingat saja... JANGAN DIPIARA.  Karena kalo kita terus-terusan terjebak dalam rasa kerdil, yhaaaa artinya kita nggak bakal ke mana-mana. Tapiii, jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, apalagi sosok yang kamu kenal, dan doi lagi di fase hebat-hebatnya. JANGAN YA GAESSS, JANGAN Comparison i

Decluttering Barang, Pikiran, dan Pertemanan

Gambar
 Heyho! January 2024 udah separuh jalan, gimana perasaan kalian, gaes? Sebagai orang yang tidak bikin Resolusi 2024, saya sih fine-fine aja :) Rasanya yahh. go with the flow aja gitu loh.  Ada yang bisa dikerjakan, Alhamdulillah.... Nggak ada, ya sudahlah :) Dah capek jadi tim ambis ambis club.  Sekarang orientasinya berubah ajalah.  Ngejar dunia, secukupnya aja.  IMHO, karakter dunia tuh, semakin kita kejar, kok kayak makin lari gitu yhaa.  Nah, yang saya highlight di 2024 ini adalah: perlunya melakoni decluttering.  Yap, dalam beberapa hal, kita wajib banget melakukan seleksi, kurasi, memilah dan memilih mana yang kudu dipertahankan, mana yang harus dibuang. You only live once and you only have one body.  Sooo, engga semua hal bisa kita tautkan dalam diri ini.  Decluttering bisa berkaitan dengan barang.  Hayuk lahh, pilah dan pilih mana yang sebaiknya kita keep atau kita relakan untuk dibuang. (dibuang ini artinya bisa juga barang yang masih layak pakai diberikan pada orang lain, at