Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Sirkel-ku Seuprit (Banget)

Gambar
  Makin beranjak tua, teman-temanku bisa dihitung jari bangeett! 😊 Kebanyakan memang blogger Jatim ya, kami beberapa kali ketemuan kopdar, either di event yang memang ada fee-nya, atau ya sekedar silaturahim santuy gitu. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, job blogger liputan offline makin ke sini tuh kian dikiiit. Ya ampun, jadi yhaa, embrace all the things lah! Kalopun memang kita kudu slow down, dapat kesempatan jarang banget buat ketemuan, ya sudah gapapa. It’s okay. Count your blessings. All is well 😊 Pertanyaannya, apakah saya punya circle lain, selain bloger? Hmm, ada… tapi bukan yang rutin meet up atau hahahihi gitu. Interaksinya terbilang minim, lebih ke… yaa, kalo emang pas ada urusan, kita diskusi via WA Group. Circle apakah ituu? Yup, the one and only, circle orang tua alias wali murid! Sempat sih, ketemuan offline dan bujubuneengg, eikeh stress banget karena bisa dibilang kami tydack sekufu yaakk 😊 Para mamah tuh datang dengan nyetir mobil ber-CC gedhaa, ...

Kantor Toxic itu Nyata

Gambar
  Selama berkarir di sejumlah korporat, saya sudah mengalami aneka ragam lingkungan kerja toksik. Baik itu secara harafiah, maupun secara konotatif.  Saya pernah kerja di industri rokok. Padahal, saya benciii banget sama yang namanya asap rokok, perokok, bau rokok, asbak dan derivasinya. Begitulah hidup. Biar kita benci segimana, eh... ternyata ketulah juga wkwkwk.  Ya namapun resiko bekerja sebagai budak korporat (terjemahan bebas dari corporate slave) udah pasti saya paham resiko bekerja di korporasi/ industri rokok. Hampir semua rekan kerja saya adalah perokok aktif. Klebas-klebus all the time! Meskipun sedang bekerja di dalam ruangan ber-AC, mereka tetap menyedot batang "tuhan sembilan senti" itu, dan menghembuskan asapnya ke berbagai penjuru, whoosss! Mau lebih epic lagi? Saya kerja di korporasi rokok itu, ketika sedang berbadan dua. :-D Maknyussss! Otomatis diriku dan janin dalam perut ini terpapar asap rokok SETIAP HARI setiap saat setiap waktu. Mau kabu...

Nikmat itu Jika Terbatas

Gambar
  Ternyata nikmat itu letaknya ada pada batas, bukan pada keberlimpahan. Siapa yang paling menikmati malam minggu? Mereka yang lelah setelah lima hari bekerja. Kalau kamu suka laut, jangan pilih tempat tinggal yang dekat dengan laut sebab laut yang kamu lihat setiap hari lama-lama tidak akan menjadi pelarian yang indah lagi, tapi laut tersebut hanya akan menjadi latar yang tidak kamu perhatikan lagi. Hidup lebih bermakna karena ada kematian, kangen itu indah karena ada perpisahan. Kalau kamu suka durian, tidak usah miliki kebun durian sebab secuil durian akan terasa lebih nikmat karena tidak datang setiap hari. Seperti cinta tak harus memiliki Karena saat memiliki, kita terkadang kehilangan batas. dan saat kehilangan batas, maka menyusul kehilangan rasa. Kalau hari ini kamu merasa kekurangan, merasa terbatas, merasa tak punya apa-apa, Jangan-jangan kamu justru sedang memiliki kapling nikmat yang tak dimiliki mereka yang punya segalanya.  baru saya pelajari baru-baru ini. Kalau...