Surprise Visit by Neno Warisman

 Tidak banyak aktris berkarakter kuat yang dimiliki Republik ini. Bisa akting, piawai nyanyi, jago ceramah, dan punya stamina luar biasa. Satu dari yang sedikit itu, menurut saya, adalah Neno Warisman. Buat generasi wong lawas (termasuk saya, tentu saja) pasti nggak asing dengan nama ini. Lebih hebring lagi, pas kita menyaksikan penampilan dia di tayangan (semacam sinetron gitulah) "Sayekti & Hanafi".

Bahkan dalam diampun, Neno tetap berakting. Dan dia merampas atensi kita, untuk menyaksikan "drama" yang tengah ia mainkan.

Makanya, saya antusias banget menawarkan diri jadi pendamping Bu Neno, selama dia jadi pengisi acara Halal bi Halal di kantorku. Well, meskipun sekarang nama dia udah nggak se-cethaaarrr tempo doeloe, paling tidak, Bu Neno sudah meninggalkan jejak, berupa nama & kepiawaian besar di kancah seni.

Bareng Pak Edi, driver kantor, saya jemput Bu Neno, Sabtu (31/8) siang. Agak surprise juga, karena si aktris multitalenta itu berangkat ke Surabaya SENDIRIAN. Dia bawa 2 tas super-gede, TANPA asisten sebiji pun. Bbeugghh!

Somehow, agak 'aneh' juga ya, melihat seorang aktris (yang pernah begitu besarrr di masa lalu) dan sekarang kudu traveling sendirian, tanpa teman. Well, eniwei, it's just my humble opinion siiih... Karena dulu, saya kan juga lumayan sering business-traveling, naik pesawat sendirian, dan sometimes, rasanya gimanaaa gitu lo, kalau seorang perempuan harus melanglang buana sendirian. Apalagi, kalau kita pas dapat last flight. Lalu, landing di Bandara yang sueeepiii banget. Eitss, nggak usah-deh-bandara yang sepi. Saya pernah landing di Cengkareng--airport that never sleep itu, dan rasanyaaaa... ohh, nyiksa banget! Ketakutan langsung merajai seluruh persendian tubuh. Hidup dan mati rasanya amat tipis. Khawatir pada sopir taxi, jangan-jangan setelah ini, si sopir bakal main mutilasi... Hiiiyyy... serem!

"Abis gini, bisa nggak ya, anter ke rumah ayah angkat saya di Perak?" request Bu Neno, pelan.
Awalnya, saya ogah-ogahan sih. Tujuan utama kita ke Rungkut. Jarak Juanda-Rungkut bisa ditempuh dalam waktu nggak sampai setengah jam (kalo nggak macet). Trus, dia minta ke Perak? Booo, itu jauuuuh banget!
Tapi, demi melihat si (mantan) aktris besar yang harus menjalani episode perjalanan hidupnya sendirian itu, maka kok ya, terbersit rasa iba dus kasihan gitu ya.

Ya sudah, meluncurlah kita ke Perak.

Alhamdulillah, tol-nya lancaaarrr jaya... Dan kita bisa mampir sebentar ke RM Padang di Perak, yang rasanya ngalor-ngidul-nggak-jelas dan nggak bakal deh, mampir lagi ke resto ntuh.
Nggak enak, tapi abis banyak :-)

Setelah Bu Neno memuaskan hasrat reunian dengan ayah angkat dan sodara-sodaranya, langsung kita ngeluyur ke kantorku. Sebelumnya, kita mau kasih Korda Surprise, dengan mengajak Bu Neno langsung berkunjung ke rumah si Korda. O iya, Korda artinya Koordinator donatur. Mereka inilah orang-orang yang dengan riang gembira, mengajak teman-temannya untuk berdonasi lewat kantor kami.

Nah, kali ini yang terpilih adalah Ibu Siti Fatimah. Phewww, hepi banget dia, ketika tahu seorang Neno Warisman mampir ke rumahnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur

Ayo Tetap Sehat, Jelang Transisi Pandemi Menuju Endemi!

Berdaya dan Berkarya Bareng Komunitas IIDN