Upaya Dobrak Kemustahilan
Mengikuti Google Summit di Amerika, Sebuah Upaya Dobrak Kemustahilan
Semakin bertambah usia, terkadang orientasi hidup jadi berubah drastis. Ketika muda, semangat masih meluap-luap, berasa Ingin taklukkan dunia! Lalu, hidup berjalan, onak dan duri kerap menghadang, dan yeah…. Tidak jarang seseorang terjerembab pada perasaan “Ya udahlah yaaaaa, emang takdirnya segini doang.” Seseorang itu adalah saya
Fighting spirit jadi melempem. Apalagi, menyaksikan prestasi sanak saudara, sahabat, tetangga sedemikian menjulang, beughhh jadi mengkeret dah. Udah gitu, enggak jarang suara-suara sumbang kerap bergentayangan, seolah meracuni diri ini untuk “Dahlah, gosah ikut acara yang aneh aneh gitu.”
Kita memang nggak bisa mengendalikan hal-hal di luar diri. Komentar orang lain, respons tetangga/ saudara/ kenalan atas apapun yang kita lakukan, itu adalah HAL EKSTERNAL yang sama sekali tak bisa kita kontrol. Yang bisa kita lakukan adalah: senantiasa berdialog dengan diri sendiri, berupaya sebaik mungkin agar bisa melakoni hal terbaik yang bisa terjadi. Ga usah banding-bandingkan dengan hidup/ pencapaian orang lain, hey heyyy comparison is the thief of joy!

Gosah Banding-Bandingin Rezeki dgn Orang Lain yah
Suatu ketika, setelah main ke Blog Sunglow Mama saya baca info seputar perhelatan event Google Local Guides Summit. Ada seleksi peserta dari berbagai negara untuk mengikuti event tersebut.
Pada saat menyimak infonya, hati saya diliputi keraguan, “Ya elaahh, mana mungkin eikeh kepilih. Aku bukan heavy traveler, plesir juga ke destinasi sekitaran Jawa melulu.”
FYI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti summit ini. Yaitu: local guides (LG) minimum level 5, posting thread di forum Google Local Guides, menjelaskan tentang mengapa Google harus memilih LG tersebut untuk berangkat ke summit, plus video berdurasi 1 menit, yang semuanya harus dikreasikan dalam Bahasa Inggris.
Tips lengkap bisa dibaca di: Diundang Google GRATIS ke Amerika
Saya terpekur. American Dream. Sejak dulu, saya selalu menyimpan asa untuk bertandang ke Amerika Serikat. Tapi saya cukup tahu diri, bahwa Amerika itu benua yang amat jauh, dengan beda waktu 12 jam dari Indonesia. Ongkos buat beli tiket pesawat plus akomodasi yang super-irit saja, barangkali setara dengan honor buzzer yang saya kumpulkan selama setahun!
Sebenarnya, mimpi untuk berkunjung ke negeri Paman Sam ini belum pernah surut. Hanya saja, sebagai emak-emak mediokre, saya tak kunjung dapat hidayah, dengan cara apa saya bisa ke sana?
Tiba-tiba, secercah harapan itu muncul. “Mungkin, saya bisa coba. Apa salahnya, saya bikin selfie video, semacam monolog yang menceritakan bahwa saya blogger, saya suka traveling dan saya siap berkisah seputar destinasi wisata menarik di negara saya?”
***
Dengan semangat nothing to lose, saya submit video dan essay ke panitia Local Guides Summit Google. Lagi-lagi, saya disengat rasa tak percaya diri yang sungguh mengintimidasi. Saya bukan the real travel bloggers, saya jarang pergi ke luar negeri, Bahasa Inggris saya juga bukan yang cas cis cus was wes wosssshh. Udah gitu saya pakai jilbab, kira-kira apakah nanti saya bisa terpilih gegara jilbab yang saya kenakan?

Aduuuhh, kamu nih kenapa sih Nurullll, bolak balik saya gemeesss dengan perasaan overthinking yang kerap menjerat. Aduhaaaaiiii…! Betapa DIRI SENDIRI justru kerap menjadi sumber penghalang untuk maju. Musuh saya bukan siapa-siapa. Musuh saya adalah DIRI SAYA SENDIRI. Yang senantiasa menjejalkan frasa “Nggak mungkin banget deh!” dalam segala situasi dan kondisi.
Wis thooo, tadi kan udah bilang kalo mau ikutan dengan spirit nothing to lose ajaaa kan? Toh “Cuma” submit essay dan video aja. Kalo keangkut Alhamdulillah…. Ndak keangkut juga ndak rugi apa-apa tho. Intinyaaa…..You’ll never know, until you try!
***
Di tanggal 19 Mei 2017, sebuah email masuk ke inbox saya
You’re in! Join Local Guides Summit 2017
You’re Invited to Local Guides Summit 2017
Congrats! Your application showed incredible dedication to the community and stood out among hundreds of submissions. Here’s what comes next:
Confirm you can attend October 10-13, 2017 below
Stay tuned for emails about travel to San Francisco
Share the news using #LGSummit17 and #LocalGuides
Membaca email ini serasa membuat saya jadi bego sebego-begonya. INI FAKTA? ATAU SAYA SEDANG HALU? Perempuan yang disengat rasa minder tak berujung, ternyata terpilih sebagai peserta summit? Dari ratusan aplikasi yang masuk, saya –ibu rumah tangga mediocre yang frekuensi traveling-nya bisa dihitung pakai jari—ternyata bakal mewakili Indonesia di forum Google internasional?
Ya Allah….. Antara percaya dan tidak, saya masih berucap antara Alhamdulillah…. MasyaAllah… Astaghfirullah…. Hingga kemudian, Kak Budiono (food youtuber kondang asal Surabaya) berkirim WA padaku, “Hey Kak, ojo crito siapa-siapa dulu ya. Iki aku dapat email dari Google, kalo aku kepilih ikut acara di Amerika.” Waahhh, Alhamdulillaaahhh, saya siap cuss berangkaaatt dan Hamdalah ada temannyaaaaa
***
Tiap orang berhak untuk melahirkan “bayi” impiannya, merawat, membesarkan, hingga kemudian tumbuh bersama-sama dengan impian itu. Bukankah hidup adalah sekumpulan impian dan semangat yang harus kita jaga dan kobarkan? Apa artinya hidup, apabila kita tak boleh bermimpi? Siapa yang berhak menjegal impian yang kita punya? Siapa?
Tidak ada. Sama sekali tidak ada. (*)
Komentar
Posting Komentar