Yuk, Coba Glamping!

 

Ini Dia Alasan Mengapa Harus Coba Glamping

“Aku bosaaann, jenuuuhh, rasanya stagnan banget menjalani hidup…!”

“Kalo lagi bosan banget, coba kontak teman-teman yang suka traveling. Bisa bareng pergi ngetrip ke luar kota, destinasi yang aman, yang bisa bikin rileks. Seperti Jogja atau Solo, misalnya. InsyaAllah, nanti awakmu kembali ke Surabaya dalam kondisi lebih segar, bersemangat dan penuh positive vibes.”

Begitu sekelumit saran yang disampaikan suamiku. Yep, bisa jadi doi mules-mules demi mendengar berondongan sambat yang selalu aku lontarkan. Hmm, boljug nih ide dari Pak suami, semoga bisa menjadi solusi jitu: Pergilah traveling, wahai istriku!

Hamdalah, gak pakai lama, saya berkontak ria dengan kawan-kawan female bloggers. Kami berasal dari berbagai kota di Indonesia dan terbiasa chit chat di grup WA. Mba Katerina (travel blogger ciamik asal BSD) menelurkan ide brilian, “Yuk, kita glamping (glamour camping) di Jogjaaaa!”

Aaakkk, walaupun udah “jutaan kali” ke Jogja, rasanya ga ada kata bosan yha. Bangga Berwisata di Indonesia tersalurkan secara paripurna manakala plesir ke Jogja. Selama ini saya lebih kerap berkutat di Malioboro, wisata Keraton dan shopping batik; kali ini Mba Katerina menyuguhkan cara lain untuk menikmati kota istimewa ini. “Yap, kita akan menginap di TENDA, di Kawasan perkemahan di jalan Kaliurang. Tenang saja, tendanya bagus, kuat dan tahan bocor. Di lokasi camping sudah disediakan toilet permanen, untuk makanan juga dijamin enjoy!”

Markicusss, mari kita cusss!

Asyiknya Glamping di Jogja

Glamping alias glamour camping.

Terminologi ini ditujukan untuk kaum urban yang ingin membaur dengan alam, namun tidak siap dengan aneka keribetan yang biasa jadi sepaket dengan aktivitas camping. Kalau selama ini, camping identik dengan ribet cari toilet dan sebagainya, maka glamping membuat wisatawan jadi lebih enjoy, lantaran fasilitas komplet yang tersedia.

Yap, opsi menyatu dengan alam ala glamping, itu artinya kita ga perlu ribet cari air di sungai, atau gotong-gotong air, masak, blablabla. SEMUAAAA udah disiapkan. Tendanya apik, kuat, dan tahan air/rembesan. Kasurnya juga empuk, bantalnya duuuh bikin bobok jadi nyenyaaaak banget. Plus, di sini, toiletnya udah permanen, dan resik! Airnya juga melimpah, jadiii no need to worry!

Selain fasilitas akomodasi yang ciamik, kami juga dimanjakan dengan experience yang super berkesan. Yap, api unggun, bakar jagung, sosis, marsmallow, seraya menikmati suasana Jogja yang demikian romantis 🙂

Beneran seasyik itu! Kita bisa ngobrolin apa ajaaaaa, mulai dari tips ngeblog, bagaimana supaya konsisten di niche traveling. Metode ambil foto dan stock video secara paripurna, update info seputar kancah content creator, dan banyaaaakk hal lainnya. Cekikikan dan tawa canda seolah tiada habisnya! Selama kami masih memamah biak jagung bakar dll, dijamin acara pas glamping ini terus berlangsung tak ada hentinya.

Sembari menyesap indahnya Jogja, saya berucap syukur pada Sang Maha Pengatur Kehidupan. Yap, tentu saja kita paham bahwa hidup adalah rangkaian kehidupan menang vs kalah, senang vs sedih, melejit ke atas vs menukik ke bawah, dan aneka yin and yang lainnya.

Semua adalah roda keseimbangan hidup. Sesekali kita tersenyum bahagia; di lain waktu, kita terjerembab dalam nestapa. Tak mengapa, toh semua manusia di planet Bumi ini sejatinya mengalami hal serupa. Hanya beda di kadar dan jenis tantangan hidupnya saja.

Ketika hati terasa sumpek, maka…. traveling adalah katarsisnya!

Traveling membuat kita untuk mengambil jarak sejenak, dari aneka problema hidup yang seolah terus mendera. Traveling mengajarkan kita untuk meresapi segala kebaikan yang dijatahkan Tuhan untuk diri. Jangan-jangan selama ini kita sibuk meminta, tapi lupa mensyukuri apa yang sudah ada di genggaman?

Pesona Indonesia memang tidak pernah gagal membuat kita terkesima. Destinasi yang cantik, masyarakat yang ramah dan tulus… serta kesempatan yang kita peroleh, untuk bisa berkontemplasi tentang hidup. Glamping di Jogja adalah sebenar-benar metode supaya saya makin chill and heal. Sekaligus sebuah bukti bahwa kita semua Bangga Berwisata di Indonesia. Setelah ini, sepertinya saya mau merancang the next trip, gosah jauh-jauh, ke Malang atau Batu saja 😊 Mupeng banget euy, bisa seseruan bareng Blogger Malang yeaaayy!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdaya dan Berkarya Bareng Komunitas IIDN

Merasakan Sensasi “Miniatur Mekkah” dan Harmonisnya Multi-Etnis di Masjid Ampel Surabaya

Kampung Lali Gadget, Inspirasi untuk Keluarga Indonesia