Aturan Sosial

 

Apa saja aturan sosial tidak tertulis yang harus diketahui semua orang?
  1. Ketika ada acara duka, datanglah meskipun tidak diundang. Sebaliknya, ketika ada acara sukacita jangan datang kecuali diundang.
  2. Kalau ditraktir, jadilah orang terakhir yang memesan dan pesanlah menu paling murah. Kalau tuan rumah maksa kamu pesan duluan, tetap pesanlah menu paling murah. Kalau saya sih, selalu order nasi goreng + es teh.
  3. Menerima pemberian orang adalah wajib. Si pemberi pasti sudah mikir matang-matang, dan dia sudah rela menyisihkan sebagian uangnya untuk beli hadiah buat kamu. Jangan tolak, karena itu artinya kamu gak menghargai pengorbanannya. Kalau memang mau ganti, berilah hadiah yang sepadan di lain waktu.
  4. Tepat waktu adalah super wajib. Kita gak pernah tahu yang mereka korbankan demi bisa datang tepat waktu. Hargailah pengorbanan itu dengan cara datang tepat waktu juga.
  5. Ketika bertamu ke rumah teman, ingatlah bahwa itu adalah rumah orang tua teman kamu, bukan rumah teman kamu. Panggil-panggil nama dari luar pagar adalah perbuatan barbar. Etika yang benar adalah pencet bel sampai seseorang datang. Lalu sampaikan bahwa tujuanmu ke situ adalah mau ketemu temenmu. Atau, karena ini sudah jaman hape, bisa juga telpon temanmu dari luar pagar dan minta dia bukain pintu.
  6. Lanjutan nomer 5. Kalau disuguhi makan siang/malam, makanlah secukupnya. Nomer 5 & 6 tentu saja gak berlaku kalau kamu memang sudah super akrab dengan keluarga temenmu.
  7. Ketika membuka pintu Indomaret, jangan biarkan pintu mengayun ke belakang setelah kamu lewat. Tengoklah ke belakang untuk memastikan gak ada orang, barulah lepaskan daun pintu. Kalau masih ada orang, pastikan si orang itu waspada atau kasih dia lewat duluan.


Komentar

  1. Ya ampuuuuunnnn, ini beneran terlihat receh tapi super penting banget loh Mba!.
    TBH, akoh dulu pernah melakukan kesalahan, kayak sering datang aja ke rumah orang tanpa memberi kabar duluan.
    Trus ditawarin makan ya makan aja, dasar akoh ini, huhuhu.
    Tapi emang kalau di rumah teman akrab sih, meskipun akhirnya sadar, bener sih, seakrab-akrabnya, kalau akoh digitukan juga pasti nggak nyaman ya.
    Dulu tuh diriku terlalu memuja teman. Jadi kalau ada acara, mau kedukaan, kebahagiaan, kagak diundang pun datang, *plak!

    BalasHapus
  2. Nah berbicara mengenai bertamu ke rumah teman, nih. Teman keponakanku kalau sampai di rumah, selalu wa Dari sepeda motornya. MBok ya, ketuk Pagar atau panggil nama ponakan ku. Aku akhirnya mengira itu kurir atau orang niat ga baik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur

Berdaya dan Berkarya Bareng Komunitas IIDN