Apa yang Mu Ditulis?

Gini ini akibatnya kalau menulis sambil FB-an. Rentan distraksi! Hahaha. Padahal, DL udah terpampang nyata di depan mata. Tapi, teteup aja nekat FB-an. Ya sutralah :)
Postingan kali ini lahir dari sebuah status dari member KEB (Kumpulan Emak Blogger), salah satu komunitas yang saya ikuti dengan amat sangat intens.Doi curcol begini:
Suka sedih kalau lht postingan emak2 di blog. Aku ga bs nulis sama sekali. Padahal cerita sdh byk di kepala tp suliit bangeeett
Yang asik di grup ini adalah, setiap ada member yang curhat, endebre-endebre, member lain tuh, bisa langsung komen menyemangati. Istilahnya sih, kita siap menyediakan bahu untuk bersandar #aseeek…
Daku muncul di comment paling awal.
Coba nulis2 status di FB aja. Ntar lama-lama jadi bisa panjaaang, yang daily life aja, relate ama kehidupan sehari2. Contohnya makSiti Maryamah tuh. Status doi kan daily life banget. Semangaaaattt…!!
Diikuti komen emak-emak cihuy lainnya:
nulis aja mak.. ga perlu nunggu sempurna.. setiap tulisan punya ciri khas masing - masing, jadi tunjukkan kreatifitas tulisan lewat blog, pasti ada informasi juga kok yg bisa dipetik dari blog emak della masdy hehe..
Bahkan makpuh Mak Injul juga ikut komen. bahkan status ini di-pinned! **ugh, kapan-kapan, aku bikin status menggalau deh, biar di-pinned, hahahah** *devil grin**
Kenapa sedih, Della Masdy ? Tulis saja semampumu, jangan terlalu dipaksa untuk menulis dengan sempurna dan baik. Blog itu adalah inspirasi dari pemiliknya, menulislah sesuai dengan kehendak hatimu. Kalau kata orang Inggris: NATO, not action talk only
Saran-saran terusss berhamburan:
Dian Ekawati Suryaman cemunguuddd…..mak dela bisa pilih postingan yang menurut mak della bagus..tuliS aja kenapa postingannya bagus…punya pengalaman yang sama dengan yang diposting?ada bedanya dengan pengalaman mak dela?bedanya apa..nahh lumayan dah dapet bbrp kalimat buat ditulis*semoga membantu*
Welehdeleeh… asik ya, kalau bisa jadi grup emak yang saling support macem gini? Bukannya sibuk nyinyir dan judging seputar Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja, hahahah…
Nah. Kalau aku ditanya, apa sih yang mau ditulis di blog? Hmmm, ada beberapa hal.
1. Daily Life
Ini penting banget. Jangan pernah meremehkan apapun yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misal, kita mau pergi ke pasar nih. E tapi, gimana ya, cara belanja ke pasar yang efektif? Oh, bisa bikin daftar belanjaannya dulu nih… Mau masak sayur sop, berarti kudu beli ini.. itu… bumbu nganu… bumbu itu… Aaah, nanti mau bikin how to bikin sop ala bundasidqi ahhh –> jadi 2 postingan blog deh: yang pertama tips ke pasar; yang kedua cara masak sayur sop ala-chef-bunda-sidqi.
2. Random Thought
Suka kepikir tentang hal-hal yang random nggak? Kalau saya sih, seriiing banget. Misal, tentang apakah anak saya (nantinya) bakal jadi anak yang sukses? E tapi, definisi sukses itu apaan? Rumah tiga segede gaban? Mobil mewah? Tas Hermes? Ulalaaa… nggak-nggak… saya gak boleh pakai standar mainstream macam gitu. Kudu punya standar “Sukses” ala bundasidqi aaahh… –> jadi 2 postingan deh: yang pertama tentang definisi sukses; yang kedua bagaimana supaya kita mati2an berusaha dan doa supaya anak kita jadi sukses.
3. Review blog orang
Mak Della ini galau bin sedih karena lihat blog orang lain pada cihuy kan? Wah… persis banget ama aku. Sempat minder jiperrr deh, ngeliat blog yang kece badai. Makanya, daku bikinlah postingan soal review blog orang lain. Bisa dibaca di sini
4. Ngomong, direkam, lalu tulis!!
Kalau kata Ahmad Fuadi, si penulis novel “Negeri 5 Menara” nulis itu sama kok dengan bicara. Bedanya adalah, nulis itu “isi omongan” kita kudu tertulis. Ya sudah, bisa ngomong kan? Doyan ngobrol kan? **namapun emak2, yak** Silakan ambil recorder, bisa pakai android, dll. Lalu ngomoooong deh, sesukanya, tentang aapaaaa aja.
Kalau udah, puter lagi rekaman, dan dibikin transkrip… Posting deh, di blog. Syiiiip?? Sip dong ah. (*)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur

Ayo Tetap Sehat, Jelang Transisi Pandemi Menuju Endemi!

Berdaya dan Berkarya Bareng Komunitas IIDN