Telaga Ngebel? Asik Buangets!




Sudah lama kami sekeluarga tidak melakukan wisata alam. Tiap weekend, agenda kami berkutat dari mal satu ke mal lainnya. Lama-lama jadi bosan juga L Alhamdulillah, ketika saudara saya ada acara lamaran di kawasan Ponorogo, mampirlah kami ke sebuah destinasi wisata alam yang asyik. Telaga Ngebel, inilah sebuah danau alami yang ada di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. 

Dengan naik mobil, kami harus melewati jalan yang berliku, curam dan menanjak! Beberapa kali, mobil kami nggak kuat pas harus mendaki. Puji syukur, akhirnya sampailah kami di Telaga Ngebel, yang terletak sekitar 30 km dari pusat kota Ponorogo. Telaga ini luaaassss banget. Keliling Telaga Ngebel sekitar 5 km. Kalau kita sudah sampai di kawasan telaga, lebih baik AC mobil dimatikan saja. Lalu kita nikmati semilir angin nan berhembus. Suhunya sejukkkk dan dingin.





Meski begitu, kok saya merasakan ada “aura mistis” dari spot wisata ini ya? Selidik punya selidik, mampirlah saya ke Wikipedia. Ternyata, Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.

Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.

Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah, versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.
Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.

Di telaga Ngebel ini, banyak aktivitas yang bisa kita lakukan. Naik perahu atau speed boat. Atau, buat yang ingin nongkrong saja, bisa nikmati jagung bakar, roti bakar, bakso, dan jajanan lainnya. Harganya? Sangat ramah di kantong. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bebek Sinjay yang Fenomenal

PONDOK DESA, Sajian Mak Nyus, dengan Nuansa Asri

Felix Siauw: Saya Striker, Istri Defender sekaligus Kiper