Bagaimana Jika Tidak Jadi Apa-apa di Masa Depan

Gaes, 

Belakangan ini, saya demen banget nongkrong di Quora. 

Ada beberapa akun yg bisa menjawab pertanyaan (sekilas terlihat) sederhana tapi "dalem banget" 



Contohnya ini:

Bagaimana jika di masa depan saya tidak jadi apa-apa?

Tetaplah hidup dan jadilah orang baik. Dunia tidak butuh orang sukses yang tak berguna. Dunia butuh orang-orang yang hidupnya bermanfaat, entah bagi sesama, lingkungan, atau makhluk hidup di muka bumi. Tuhan tidak pernah menciptakan manusia sia-sia. Selalu ada peran baik yang bisa diambil sekalipun tak sesuai definisi sukses versi komunal.

Ketika seseorang meninggal dunia, orang-orang tidak mengingat berapa banyak harta yang berhasil ditimbunnya atau pangkat yang diembannya. Mereka hanya ingat bagaimana dahulu sikapnya di dunia. Apakah dia anak yang berbakti pada orang tua? Ayah yang penyayang pada anak-anaknya? Suami yang baik? Tetangga yang ramah? Saudara yang akur? Apakah dia gemar membantu? Apakah lisannya menyenangkan dan menenangkan? Apakah dia gigih dalam mengejar impiannya? Apakah dia pernah menyakiti hati mereka semasa hidup? Apakah dia pernah berlaku buruk dan curang? Apakah dia sombong dan kikir?

Tentu saja memikirkan pendapat orang lain di dunia bukan urusanmu ketika mati, melainkan saat kamu masih hidup. Maksud saya, hidup ini bukan hanya menyangkut "kita" dan kesuksesan yang semu itu. Tapi juga "peran terbaik" yang pernah kita mainkan di dunia. Dalam kondisi seburuk apa pun, saya berdoa semoga engkau tetap menjadi manusia yang baik. Tidak apa tak sesukses Gibran atau Indra Kenz. Ketidakmampuanmu mendapatkan impian tak menjadikanmu gagal sebagai manusia. Kamu adalah versi terbaik dirimu di kehidupan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dakwah ala Maher Zain

Bersyukur

Bersyukur Meski (Tampaknya) Sedang Tersungkur